slogan

Technican Blog adalah blognya Orang orang tehnik..

Labels

Friday, 6 February 2015

KENALI DAN KENDALIKAN BAHAYA BEKERJA DI RUANG TERBATAS




   Banyak yg harus kita ketahui apabila kita bekerja di area atau daerah kerja yg ada di dalam suatu ruangan terbatas.banyak sekali area contoh2 yg bisa kita ambil. yg mudah saja misalnya bekerja di dalam Tangki,Sumur , Boiler dll..
yg terpenting adalah kita harus mengenali bahaya bahaya apa saja yg kemungkinan terjadi apa bila kita bekerja pada area rung terbatas.
Baik,mari kita pahami langkah  langkah nya.

Langkah 1

-Kenali bahaya bekerja di ruang terbatas.

   - Pahami apakah yg di maksud ruang terbatas.

      Ruang terbatas adalah ruang tertutup atau sebagian tertutup yg bertekanan atmosfir dan tidak di maksudkan sebagai ruang kerja , serta suatu saat mungkin memiliki atmosfir yg mengandung tingkat pencemaran berbahaya, memiliki kekurangan atau atau kelebihan oxigent , menyebabkan penghisapan dan memiliki cara terbatas untuk masuk dan keluar. contohnya seperti di atas tadi , di antaranya tanki, sumur , boiler dst.

   - Kenali ruang terbatas di lingkungan kerja

      Di perlukan seorang petugas yg terlatih dengan baik , dan memiliki pengetahuan yg luas tentang ruang terbatas untuk melakukan identifikasi ruang terbatas.
Laporkan ruang ruang secara umum masuk dalam kategori ruang terbatas kepada petugas yg di tunjuk perusahaan untuk di lakukan identifikasi sekaligus daftar.

    - Waspadai Gas Beracun.

       Waspadai bahaya yg berkaitan dengan atmosfir di ruang terbatas,bahaya Atmosfir ini salah satunya dapat berupa gas beracun atau udara yg mengandung bahan bahan pencemar pada tingkat yg berpotensi membahayakan manusia, misalnya LEL (Lower Exsplosive Limit ). CH4 ( ataupun exsplosive Gas lainnya ) lebih dari atau sama dengan 5% , Konsentrasi H2S dalam udara lebih dari 10ppm , konsentrasi CO dalam udara lebih dari 25ppm , residu minyak atau bahan kimia yg lain yg mudah terbakar.

   - Waspadai bahaya rendah tingkat konsentrasi oksigen.

     Waspadai tingkat konsentrasi oksigen saat bekerja di ruang terbatas. menipisnya konsentrasi oksigen karena desakan karbon dioksida , nitrogen atau gas lainnya dapat membuat sesak nafas dan pingsan. tingkat konsentrasi oksigen berpotensi membahayakan jika konsentrasi oksigen di dalam udara kurang dari 19.5%, pastikan tingkat konsentrasi oksigen TIDAK berada di luar range 19.5% - 23.5% dari volume udara.

  - Waspadai tingkat tingginya konsentrasi oksigen.

     Waspadai tingkat konsentrasi oksigen saat bekerja di ruang terbatas . Tingginya tingkat konsentrasi oksigen di dalam udara dapat memicu terjadinya kebakaran atau ledakan. hal tersebut di karenakan oksigen merupakan salah satu unsur pembentuk api selain panas dan sumber penyalaan , sehingga dengan tingginya tingkat oksigen dalam udara akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran atau ledakan ( jika panas dan suber penyalaan cukup untuk membentuk api ). tingkat konsentrasi oksigen berpotensi membahayakan jika konsentrasi oksigen di dalam udara lebih dari 23.5%. pastikan tingkat konsentrasi oksigen tidak berada di luar range 19.5% - 23.5% dari volume udara.

   - Waspadai bahaya yang berhubungan dengan peralatan.

     Waspadai bahayanya mengenai hal ini. Bahaya ini kemungkinan bersumber dari isolasi peralatan dan peralatan yg kurang tepat.misalnya, perkakas listrik portable , mixer atau shaker. Bahaya yg bersumber pada peralatan ini akan dapat di identifikasi , salah satunya dengan cara membuat analisis keselamatan kerja yg bener sebelum pekerjaan di ruang terbatas di lakukan.

    - Waspadai bahaya yang berkaitan dengan akses.

       Waspadai bahaya yg berkaitan dengan akses keluar dan masukruang terbatas. sarana yg di perlukan untuk masuk dan keluar mempunyai potensi bahaya bila penempatannya atau pemasangannya kurang tepat. misalnya tangga dan platform menuju manhole ruangan. Bahaya yg berkaitan dengan akses ini akan teridentifikasi ,salah satunya dengan cara membuat analisis keselamatan kerja yg benar sebelum pekerjaan di lakukannya.

    - Pastikan pengetesan atmosfir di lakukan.

      Pastikan pengetesan atmosfir di lakukan sebelum pekerjaan di ruang terbatas di lakukan. Pengetesan atmosfir yg dilakukan harus mencakup pemeriksaan kandungan oksigen srta atmosfir yg mudah terbakar dan beracun. selain itu perlu juga di adakan penilaian apakah pekerjaan yg di lakukan akan berpotensi menyebabkan perubahan pada kondisi ruang terbatas . informasi yg di dapatkan akan menentukan frekwensi yg di perlukan untuk mengawasi dan mengetes atmosfir di ruang terbatas tersebut saat pekerjaan di lakukan.


- Langkah ke 2

      -Kendalikan bahaya bekerja di ruang terbatas.





       Untuk mengendalikan bahaya bahaya di saat kita bekerja di ruang terbatas ada beberapa langkah yg semestinya harus kita lakukan ;

       - Susun Analisis Keselamatan kerja (JSA) sebelum pekerjaan di ruang terbatas di lakukan.
    
          Susunlah JSA ( job Safety Analysis ) sebelum pekerjaan di ruang terbatas di lakukan . Mengingat resiko yg di timbulkan bila kecelakaan terjadi. maka setiap pekerja haruslah di dahului dengan sebuah JSA. dengan analisis keselamatan kerja , bahaya dapat di identifikasi dan di kendalikan sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan dapat di hindari.
      
       - Lakukan pemantauan udara secara interval.

         Pastikan pemantauan udara berinterfal di ruang terbatas di lakuakan saat pekerjaan di lakukan.berdasarkan pada hasil tes gas sebelum pekerjaan di lakukan , pemantauan atmosfir harus di lakukan sesuai interval yang di rekomendasikan . semua hasil pemantauan harus di catat dalam ijin masuk ruang terbatas . Apabila pemantauan menunjukkan adanya bahaya , maka bahaya yg timbul harus di tanggulangi sebelum pekerjaan di lakukan kembali.

      - Pastikan orang yang berkompeten yg bekerja di ruang terbatas.

        Pastikan bener benar orng yg berkompeten yg bekerja di ruanggan terbatas. selain memenuhi syarat kesehatan fisik , juga sudah mendapatkan beberapa pelatihan untuk menunjang kompetensinya. Seseorng yg bekerja di ruangan terbatas telah menyelesaikan pelatihan bekerja di ruang terbatas . Tergantung dari resiko dan jenis pekerjaan yg akan di lakukan di ruang terbatas. pekerja di prasaratkan untuk memiliki pengetahuan tentang bekerja di ketinggian , pengetahuan tentang prosedure isolasi dan lock out. pengetahuan pekerjaan tentang panas , serta memahami rencana penyelamatan darurat.

      - Isolasi bahan pencemar dan sumber energi lain.

        Isolasi bahan pencemar dan sumber energi lain yg ada di ruang terbatas . Isolasi yg berhubungan dengan ruang terbatas biasanya melibatkan kendali teknis seperti pengadaan fentilasi atau pembersihan sumber energi lain yg mungkin timbul sebagai akibat dari pekerjaan yg di lakukan atau atmosfir yang mudah terbakar.Terapkan kontrol teknis isolasi yg sesuai dengan pekerjaan ruang terbatas yg di lakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

     - Stanby person harus berada selalu di tempat.

        Pastikan dan personel yg stanby apabila ada yg bekerja di ruangan terbatas. stanby person harus selalu berada di acces point atau observation point saat pekerja lainnya bekerja di dlm ruangan terbatas.Dia harus menjaga komunikasi secara kontinyu dengan mereka selama pekerjaan berlangsung. Seorang stanby person tidak boleh merangkap tugas lain selama pekerja lainnya bekerja di dalam ruangan terbatas.

     - Supervisor (pengawas) harus mengawasi langsung pekerjaan di dalam ruangan terbatas.

       Pastikan supervisor mengontrol langsung pekerjaan di ruang terbatas. Supervisor harus memeriksa proses kerja secara terus menerus sehingga penyimpangan dari Analisis Keselamatan Kerja tidak terjadi selama pekerjaan berlangsung.Supervisor harus menghentikan pekerjaan dengan segera ketika pelanggaran aturan dan penyimpangan prosedure kerja di temukan.


 -Langkah ke 3

  -Susunan rencana keadaan darurat sebelum bekerja di ruang 
   terbatas.



   - Susun rencana penanggulangan keadaan darurat 

     Sususn rencana penanggulangan keadaan darurat pekerjaan di ruangan terbaqtas sebelum pekerjaan di lakukan . Lebih dari 60% kecelakaan fatal di ruang terbatas terjadi pada orang orang yg bermaksud melakukan penyelamatan. Oleh karena itu , sebuah prosedur atau rencana penanggulangan keadaan darurat untuk jenis pekerjaan ini harus di kembangkan dan di patuhi oleh para pekerja dan petugas penyelamat.
Sebelum pekerjaan di ruang terbatas di lakukan ,supervisor harus mengembangkan dan menjelaskan rencana penanggulangan keadaan darurat kepada semua orang yg berperan dalam pelaksanaan pekerjaan. dengan demikian setiap orang tau apa yg harus di lakukan bila keadaan darurat terjadi.

   - Tentukan tindakan pengamanan dalam usaha penyelamatan

      Tentukan tindakan pengamanan penyelamatan di ruang terbatas. Prosedur penyelamatan harus menjelaskan tindakan apa yg harus di ambil bila petugas penolong harus memasuki ruang terbatas.Hal hal yg berlaku bagi pekerja juga akan berlaku bagi orng yg memberi pertolongan.Misalnya jika atmosfir di ruang terbatas kurang oksigen, maka rencana penyelamatan harus mencakup tindakan pengamanan untuk keadaan itu.

    - Siapkan peralatan keselamatan penanggulangan keadaan darurat.

      Pastikan peralatan keselamatan penanggulangan keadaan darurat terkait ruang rerbatas tersedia di tempat kerja . dengan demikian , bila keadaan darurat terjadi rencana yg elah di buat bisa langsung di jadikan acuan tindakan penyelamatan.Peralatan keselamatan , misalnya alat bantu pernafasan atau alat angkat , harus tersedia juga. Ketiadaan atau ketrlambatan tersedianya peralatan tersebut dapat berakibat fatal bagi pekerja.Oleh karena itu , peralatan keselamatan tersebut tidak boleh di gunakan untuk melakukan pekerjaan lain selama pekerjaan di ruang terbatas sedang berlangsung.

     - Pastikan akses pertolongan darurat memadai.

       Pastikan akses pertolongan keadaan darurat pekerjaan di ruang terbatas memadai.Potensi masalah akses atau lubang untuk masuk dan keluar harus di identifikasi dan di nilai selama proses pengidentifikasian bahaya dan pengendalian resiko, dan di masuk kan ke dalam prosedure darurat dan penyelamatan. Jika ukuran lubang tidak memadai , maka ukuran lubang harus di perbesar. Jika mengubah lubang atau membuang penghalang tidak mungkin di lakukan, maka cara masuk yg aman lainya perlu di sediakan.

     - Pastikan fasilitas keadaan darurat memadai.

       Pastikan fasilitas keadaan darurat untuk pekerjaaan di ruang terbatas memadai.Rencana penyelamatan darurat harus di pertimbangkan antara lain, Fasilitas keadaan darurat yg ada , fasilitas pertolongan dan medis , Hasil penilaian resiko , Letak geografis ruang terbatas , serta penyelamatan dan fasilitas pertolongan pertama. Waktubyg di perlukan petugas darurat untuk merespon keadaan darurat ruang terbatas harus pula di pertimbangkan dengan seksama.

    - Pastikan kompetensi pemberi pertolongan darurat.

      Pastikan kompetensi karyawan pemberi pertolongan darurat pekerjaan di ruang terbatas. Rencana penyelamatan darurat harus pula menjelaskan kompetensi pelatihan pertolongan pertama yg di perlkan oleh karyawan, misalnya kualifikasi pertolongan pertama yg mencakup CPR ( baca ci pi ar ) . Penjelasan ini penting mengingat pertolongan pertama harus secepatya di berikan kepada korban kecelakaan sementara petugas medis belum tiba di lokasi.

     - Ikuti prosedure penyelesaian pekerjaan di ruang terbatas.

       Ikuti prosedure penyelesaian pekerjaan di ruang terbatas . Setelah pekerjaan selesai di lakukan , bukan berarti selesai pula pekerjaan pengawas yg bersangkutan. Supervisor (pengawas) pekerjaan harus memastikan semua pekerja yg namanya tercantum dan menandatangani dokumen masuk ruang terbatas, sudah keluar dari ruang terbatas.Selain itu , dia harus memberi tahu petugas penyelamat bila tugasnya telah selesai, memastikan instalasi aman untuk di operasikan kembali , membatalkan permit dan menyimpan dokumennya dengan lembar JSA.

Langkah ke 4

-Lakukan pekerjaan di ruang terbatas dengan aman



       -Pastikan ijin bekerja di ruangan terbatas di miliki

      Pastikan izin masuk ruang terbatas di peroleh dari seorang Confined Space Issuer . Orang yang terlatih secara penuh dan berpengalaman di ruang terbatas harus tetap mengisi izin masuk secara tertulis . hal ini penting mengingat tingkat bahaya dan resiko selalu bervariasi dari satu ruang terbatas ke ruangan rebatas lainya.

      - Pastikan JSA di susun sebelum pekerjaan di dalam ruang terbatas

       Pastikan JSA di susun sebelum pekerjaan di ruang terbatas di lakukan. Mengingat resiko yg di timbulkan bila kecelakaan di ruang terbatas terjadi, maka setiap pekerjaan di ruang terbatas harus di dahului dengan JSA. Hal tersebut harus di lakukanAgar bahaya dapat di identifikasi dan dikendalikan sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan dapat di hindari.

      - Pastikan hanya orang yang berkompeten yang bekerja di ruang terbatas.
       
        Pastikan hanya orng yg berkompeten yg bekerja di ruangan terbatas. Selain memenuhi sarat syarat kesehatan secara fisik , harus jg telah mendapatkan mendapatkan pelatihan untk menunjang kompetensinya. seorng pekerja harus telah menyelesaikan peatihannya.tergantung jg resiko dan jenis pekerjaan di ruang terbatas yg di lakukan nya. pekerja jg harus di prasayaratkan memiliki pengetahuan tentang bekerja di ketinggian ,prosedure isolasi dan Lock out. pengetahuan pekerja yg berhub. dengan panas , serta memahami tentang rencana penyelamatan darurat.

      - Patuhi semua rencana keadaan darurat.

        Patuhi semua rencana keadaan darurat , terutama yg berhubungan dengan ruang terbatas. karena pekerjaan ini termasuk jenis pekerjaaan yg beresiko kematian.semua yg bertugas harus memahami tugas masing masing dan mematuhi semua ketentuan yg tertuang dalam Code of Practice bekerja di ruang terbatas.

     - Di larang masuk ruang terbatas tanpa suratbijin  masuk di ruang terbatas.
     - Jangan lakukan pekerjaan di daam ruang terbatas bila tidak aman


sumber: safety.

Sunday, 1 February 2015

LINDUNGI TANGAN DAN JARI KITA DARI CIDERA.

    Dalam melakukan aktifitas kita sehari hari, apapun itu jenis aktifitasnya yg namanya bahaya akan selalu mengintai kita.akan tetapi hendaknya kita selalu bisa menganalisa setiap akibat dan resika nya apabila kita tidak berpikir tentang keselamatan kita.
Banyak faktor yg bisa mengakibatkan kita celaka, salah satunya di karenakan kita tidak faham tentang prosedure dan cara mengantisipasinya sebelum melakukan suatu aktifitas .paling tidak kalau kita faham segala langkah langkah untuk menganalisa dan cara mencegah segala potensi yg mengakibatkan suatu bahaya apapun terhadap apa jenis pekerjaan yg akan kita lakukan.
Kali ini akan kita bahas tentang cara mencegah agar jangan sampai tangan dan jari kita terkena cidera dalam melakukan aktifitas suatu pekerjaan:

CIDERA TANGAN DAN JARI.

- TINDAKAN PENCEGAHAN NYA SECARA UMUM.

    - Identifikasilah seluruh bahaya yang bisa menyebabkan cidera tangan / jari sebelum melakukan atau me-
       laksanakan suatu pekerjaan.
       Contohnya;  Alat berputar , Benda Tajam , Bahan Kimia Berbahaya , dan Suhu tinggi.


    - Lakukan penilaian terhadap resiko yang berhubungan dengan pekerjaan, ketahuilah dimana tempat yang
       Aman dan tidak aman untuk menempatkan tangan anda.
  
    - Jangan potong kompas / tidak mengikuti prosedurenya.

    - Pilih dan gunakan pelindung / sarung tangan yang tepat.

-BAHAYA BAHAYA MEKANIS TERHADAP TANGAN DAN JARI.

     - Menempatkan tangan dan jari pada daerah NIP POINT sebagai contoh; Dimana jari dan tangan bisa
        terjepit di antara dua bagian mesin.

     - Penggunaan peralatan tangan yg tidak tepat.

     - Pelindung tidak terpasang pada alat atau peralatan yg berenergi.

     - Menggunakan alat yang tidak tepat atau Rusak.

    - Kejatuhan benda / meterial pada tangan dan jari.

    - Terpapar pada benda benda tajam (tertusuk , terpotong ).

Demikian ulasan sedikit tentang potensi bahaya serta cara pencegahannya untuk menghindari terjadinya cidera pada tangan dan jari kita. semoga bermanfaat.

Wednesday, 28 January 2015

NDT (NON DESTRUCTIVE TESTING.

    NDT adalah suatu kegiatan pengetesan atau Inspecsi terhadap benda yg bertujuan untuk mengetahui apakah benda tersebut ada cacat,retak ,atau Discontinuity lain yg tidak merusak terhadap benda yg akan kita inspecsi atau kita test.

    Yang pada intinya dari di lakukan nya NDT adalah untuk  memastikan serta meyakinkan bahwa benda tersebut masih aman untuk di gunakan dan yg terpenting adalah di tinjau dari segi keselamatannya, serta belum melewati dari demage tolerance.
Ndt biasanya dilakukan di karenakan untuk proses pengendalian dari mutu suatu barang tsb.da dilakukan nya pada jangka jangka waktu tertentu.biasa kita lihat NDT di lakukan pada proses telah dilakukannya Fabrikasi untuk barang barang baru. atau sebelum dilakukan nya repaire maintenance pada barang barang yg lama.
Sebuah proses NDT biasa sering kita lihat pada perusahaan perusahaan yg bergerak di bidang Fabrikasi logam. proses Ndt ada beberapa macam,contoh di antaranya ,Liquid Penetran test ,Magnetic Particle Inspection , Eddy current Test , Ultrasonoc Inspection , Radiographic Inspection.

Namun yg akan kita Bahas kali ini adalah Proses NDT LIquid Penetrant Test dan Magnetic Particle Inspection.
semua Metode Ndt yg akan kita lakukan tidak lah terlepas dari suatu proses metode VISUALISASI atau (Visual Inspection ).
Karena metode ini bertujuan untuk melihat langsung atau menemukan secara kasat mata ataupun alat bantu untuk menemukan suatu cacat atau retak pada permukaan suatu benada yg akan di uji.biasanya kita jg menggunakan suatu alat bantu seperti Kaca pembesar ataupun borokop.
Mari kita bahas kedua proses NDT ini.

MAGNETIC PARTICLE INSPECTION.


     Sering kita melihat pada Sebuah perusahaan di bidang Fabrikasi yg melakukan Proses Inspecsi dengan mengunakan metode Magnetisasi yaitu dengan menggunakan sebuah Yoke.itulah di antara salah satu metode yg di lakukan dengan cara Particle Magnetisasi.
Dengan metode ini cacat di permukaan,( surface ) dan di bagian bawah perukaan ( sub surface ) dari suatu bahan yg bisa di magnetisasi dapat di ketahui. cacat tegak lurus arah medan magnet akan menyebab kan kebocoran paa medan magnet.dan cara yg di gunakan untuk mengrtahui kebocoran medan Magnet tsb dengan cara kita menaburkan partikel magnetik di permukaan benda tsbt.dan partikel pertikel tsbt akan berkumpul pada daerah kebocoran pada medan Magnet.


Kelemahan metode adalah hanya di pakai atau di terap kan untuk material material Ferromagnetik.juga medan magnet yg di gunakan adalah dalam posisi tegak lurus atau memotong daerah retak serta biasanya juga harus di lakukan sistem demagnetisasi di ahir inspecsi untuk membuang sisa magnet yg ada.

LIQUID PENETRANT TEST.


     Metode ini adalah metode yg gampang dan bisa dikatakan metode yg sangat sederhana.metode ini di gunakan untuk melihat sebuah cacat permukaan terbuka dari Komponen saloid.baik logam maupun non logam.contohnya plastik Fiber dan keramik.metode ialah suatu metode yang menggunakan suatu cairan yang berwarna terang pada suatu permukaan yang akan dinlakukan suatu inspecsi.

     Cairan ini haruslah memiliki suatu daya penetrasi yang sangat baik dan suatu viskousitas yg rendah supaya agar cairan dapat mudah masuk kedalam cacat di permukaan suatu material.kemudian penetran yg tersisa kita bersihkan yg tentu saja dengan cara berhati hati . cacat akan nampak lebih jelas jika perbedaan sebuah warna penetran dengan latar belakang yang cukup kontras. kemudian penetran di bersihkan dengan penerapan developer.



     Kelemahan metode ini adalah hanya bisa di terapkan pada suatu permukaan terbuka , serta media harus benar benar bersih dari segala macam kotoran.serta metode ini tidak bisa di terapkan padakomponen dengan permukaan berpori , berlapis dan pada suatu permukaan yang kasar.

Thursday, 22 January 2015

LAS TITIK (TACK WELD ).

        Las titik atau  yg sering kita denger sewaktu seorang Fitter atau pipe Fitter sedang melakukan proses Fit Up dlm bahasa asing nya adalah TACK WELD.
Hal ini biasanya sering di angggap sepele akan tetapi akan berakibat sangat fatal apa bila seorng pekerja dlm bidang ini mengabaikan nya.
tampak sepele memang, akan tetapi apa bila bener bener di abaikan dan di lupakan dalam pelaksanaannya ,maka akan berubah menjadi sebuah kerusakan yg kadang bersifat katasthropis dan menyebabkan korban baik materi,jiwa maupun lingkungan.

      Las titik sebuah las lasan yg kecil saja ukurannya , jg di lkukan dengan waktu yg singkat saja.panas yg di hasilkan nya pun jg relatif kecil saja.khususnya untuk bahan dasar yg tebal, panas yg kecil td akan di serab oleh bahan dasar yg tebal tadi , karena suhu bahan dasar rendah.
akibatnyaterjadilah suatu titik di permukaan bahan yg mengalami pemanasan dan pendinginan cepat ,maka terjadilah structure yg bersifat martensitik yakni keras dan getas atau gampang patah.

    Kondisi yg seperti ini akan rawan sekali dan bisa mengakibatkan retakan retakan akibat dari sebuah pengerrutan atau yg sering di sebut SHRINKAGE yg berasal dari tegangan internal sisa pekerjaan yg menggunakan panas,gerakan itu di sebabkan oleh gerakan termal yg ciclic dan gaya displacement.

   Akan tetapi jenis pengelasan ini sangat lah penting sekali untuk mengunci hasil dari sebuah penyetelan baik dari plate atau pun pipa agar tidak adanya sebuah pergerakan dari akibat dari sebuah proses pengelasan.oleh karena itu ada beberapa step untuk mencegah keretakan keretakan tsb antara lain;

       - Tack Weld hendaknya di lakukan oleh seorng tukang las yg berkualitas.
      - Tack Weld dilakukan hendaknya sesuai dengan WPS ( Welding Procedure Specification ) 
         dari las produksi di tempatyg sama dengan tack weld tersebut.
     -  Bekas tack Weld yg telah di ui dngn uji penetrasi / butir magnetik untk mendeteksi cacat 
        atau adanya keretakan.
 Apa bila adanya sebuah cacat di permukaan maka harus di lakukan las kembali dan di uji kembali.

Monday, 19 January 2015

PENGELASAN BUSUR NYALA LISTRIK TERLINDUNG.

Pengelasan dengan busur nyala listrik mempunyai prinsip sbb;

- Dua metal yg konduktif jika di aliri arus listrik yg cukup padat (Dance) dengan tegangan yg relatif 
  rendah akan menghasilkan loncatan electron yg menimbulkan panas amat tinggi , yg dpt mencapai 
  di atas 9000 derajat F (5000 derajat C.hingga dapat mudah mencairkankedua metal tsb.kejadian yg demikian inilah yg di namakan LAS.Arus listrik yg di gunakan biasanya berkisar 10 -500 A.(AC) atau (DC) yg tergantung kepada keperluan dalam proses pengelasanya.kemudian untuk tegangan yg di pakai di antara 17 - 45 volt demi keselamatan untuk orng yg melakukan pengelasan.




CARA KERJA LAS LISTRIK

    Pada dasarnya Las Busur listrik Terlindung terdiri dari sebuah mesin Las ,( Transformer, Onformer, Generator Las AC atau DC,Kabel Las yg di hubungkan dengan Tangkai maupun penjepit Las,penjepit lasnya dan sebuat tangkai las/ penjepit electroda.

- sebelum sebuah proses pengelasan di lakukan perlu mengadakan persiapan persiapan yg terdiri,
        
      - Persiapan secara teoritis
      - Persiapan secara praktis

- PERSIAPAN SECARA TEORITIS.

  -   Pengertian dasar pengelasan listrik yg baik misalnya, mengetahui berbagai jenis kampuh las dan segala ukurannya,mengetahui cara pengaturan arus pada setiap alur las dan segala akibatnya. 

 - Pengertian tentang segi keselamatan kerja sehubungan dengan pelaksanaan,misalnya segi keselamatan personal termasuk langkah pencegahan kecelakaan dan hal yg perlu untuk menjamin cara pengelasan yg mematuhi syarat kesehatan. 
Segi keselamatan umum harus dinketahui bilamana resiko pelaksanaan pengelasan menyangkut hal yg membahayakan bagi keselamatan umum.

 - Mengerti sedikit tentang membaca gambar konstruksi, buat sketsa , pengukuran dll.

 - Mengerti tentang bahan penyambungan yg bener di antara dua bahan yg berbeda jenis electroda , pergerakan bahan setelah adanya pemanasan (upsetting) dan penghapusan sisa tegangan (Residual stress).


- PERSIAPAN SECARA PRAKTIS.

  - Persiapan alat alat, yg di antaranya alat alat baku yg akan di gunakan ( utama ) ,Alat alat keselamatan dan alat alat bantu lainnya untuk faktor penunjang ( tidak pokok ).

  - Alat pokok (Baku ) misalnya , 
    Mesin Las, (Transformer, Generator , Onformer ) , Tangkai Las , Klem/ Penjepitnya , dan Kabel 
    Las.
  - Alat keselamatan untuk pengelasan personel, Seperti , Kap Las ( Topeng Pelindung wajah ) 
    dengan menggunakan kaca hitam yg biasanya menggunakan nomer 9 - 11, Safety Glove 
    ( sarung tangan ), Selongsong Kaki Las , Baju lengen panjang, Jaket las , Tempat kawat Las
    (oven jinjing ) , Martil , Sikat Baja , Kapur las , Waterpass , siku Baja dll. Untuk tutup kepala
    Biasanya para welder sering memakai alat pelindung seperti kerudung untuk melindungi 
    bagian atas kepala dari percikan las.
 - Alat Keselamatan Umum contoh nya seperti ,
   Pemadam - Untuk menjaga bila terjadi kebakaran akibat dari api pengelasan.
   Blower     - Untuk membuang sisa sisa gas, atau asab dari hasil proses pengelasan.
   Gas tester - Untuk melakukan pengetesan apabila kita akan melakukan proses pengelasan di 
    daerah daerah ruangan terbatas.
   Tabir air ( Water sreen ).
   Lampu sorot - menjaga kemungkinan apa bila bekerja di daerah yg kurang pencahayaan.
   Alat pelindung nyala.
   Rambu rambu las.dll.
  - Alat alat banu lainya seperti , 
    Brander potong autogen , botol oxigen , accetiline , Presure regulator , Grinda listrik , Sumber 
    Lstriknya , Dongkrak Pipa , Pemutar pipa , Trongback , Biji tuas , Alat alat pengangkat , dll.

Selanjutnya usahakan arel tempat kerja bersih dan rapi, serta pengaturan alat alat yg baik untuk kenyamanan dalam melakukan aktifitas serta di liat dari segi keselamatan nya. jngan lupa melakukan pengecekan terhadap alat alat yg di pergunakan apakah layak atau dalam kondisi bagus untuk di pergunakan. terutama alat alat yg menggunakan listrik,yg apa bila ada kerusakan akan mengakibat kan tidak safety nya se ornag pekerja.

Sifat sifat nyala busur listrik yg di hasilkan oleh mesin Las tidak lah sama, kadang bisa kuat atau lemah. apa bila mendapat kan suatu gejala yg demikian maka hendaklah mengganti mesin Las dengan yg lebih bagus untuk menghasil kan las lasan yg baik, serta menghasilkan nyala yg kostan atau tetap.


   
Pada pengelasan modern Welder ( Tukang Las ) biasanya memakai alat pengukur arus yg bisa di atur oleh seorng welder itu sendiri sewaktu melakukan proses pengelasan.
Pahat Runcing atau biasa para welder menyebutnya adalah CIPPING untuk memahat sisa sisa slag atau kerak las.

Electroda harus selalu tersimpan pada oven biar sealu hangat untung menghindari electroda (kawat las ) terjadi kelembapan.di karenakan apabila terjadi kelembapan akan menghasil kan suatu proses pengelasan yg kurang bagus atau bisa berakibat timbulnya prosity atau keroposnya sambungan las.

Selanjutnya kita pastikan bahwa daerah kerja bener bener sudah aman dari kebakaran akibat dari proses pengelasan.kemudian bersihkan kampuh las dari berbagai kotoran ,karena apabila adanya kotoran maka akan menghasilkan pengelasan yg tidak sempurna dan bahan yg akan dilakukan penyambungan tidak menyatu.jarak dari kampuh Las pun harus di perhatikandan di atur sesuai dengan ketentuanya.


CARA MEMULAI BUSUR NYALA LISTRIK.

A.  - Pegang Kawat las tegak Lurus Terhadap posisi Plate kerja
     - Ketuk kan beberapa kali ke plate benda kerja.
     - Segera timbulkan busur listrik,Tarik Kawat las sejarak garis tengah kawat las untuk 
        menghidari kawat las lengket pada plate.

B.  - Pegang kawat las hingga membentuk sudut 60 derajat dari benda kerja.
      - Gerak kan kawat las ke arah pinggir lat (sambungan ) plate hingga mengenai kedua 
        pertemuan sambungan.
      - Tarik kawat las sejarak garis Kawat setelah timbul nyala untuk mencegah kawat las lengket.


CARA MEMULAI PENGELASAN


-  Jika busur sudah menyala, tahan jarak kawat las satu garis tengah kawat dan geser ke posisi
    plate.
-  Perpanjang nyala busur jadi dua kali garis tengah kawat las untuk menghasilkan panas pada
   plate benda kerja.
- Bila plate sudah panas kembali posisi kawat las pada jarak satu garis tengah kawat dan miring     kawat tersebut hingga membentuk sudut 5-10 derajat.
- Biarkan kolam las terbentuk sampai satu setengah hingga dua kali diameterkawat las.lalu bergerak ke arah jalur las dengan mempertahan kan lebar jalur  hingga mencapai jarak tiga inchi lalu proses pengelasan di hentikan.
- Bersih kan lapisan slag pada ujung jalur.
- Mulai lg pengelasan dengan kawat las baru setengan inchi mundur sampai ujung jalur sampai
  pengelasan bertumpu ( Over Lap ) di atas ujug jalur untuk terlebih dahulu mengisi ujung jalur  
  lasw yg selalu berbentuk kawah (crater) hingga jalur las kelihatan seragam.dan jngn melakukan kesalahan pd saat pergantian kawat las,sekaligus mempengaruhi kuat nya hasil las lasan.
Kealahan ini sering d sebut (defect of electrode change ). 

CARA MENGELAS POSISI DATAR (flat)



Ada beberapa langkah untuk menghasilkan Las lasan dengan posisi datar ;

1. langkah pertama.

        - Kita harus menentukan Polaritasnya misal ; DC Lurus ( Straight ). 
       - Arusnya benar benar harus di atur, misal antara 85-110 Amp.

2. Langkah yg ke dua.

        - Hubungkan Penjepit Las Dengan bahan dan pool Positif ( Sraight polary ).
       - Hubungkanlah Tangkai Las dengan pool Negatif.

3. Langkah ygke tiga adalah;

      - Siapkanlah Bahan bahan yg akan di las.
      - Bersihkan Kampuh Las dari berbagai Kotoran.
      - Setel bahan dengan alat bantu sesuai kebutuhan yg di kehendaki.

4. Lalu langkah yg ke empat adalah;

      - Pasangkan electroda pada tangkai Las dan panaskan dngn cara tapping.yaitu meletakkan Kawat las tegak lurus pada plate dan gerakkan naik turun , lalu tarik kawat secepatnya unntuk jaga jarak nyala dan mencegah kawat lengket pada plate.

     - selanjut nya lakukan SCRATCHING, yaitu memegang kawat las pada sudut tertentu dan goreskan pada plate.kemudian tarik cepat setelah menyentuh plate dan menghasilkan nyala untuk menjada jarak nyala dan lengket dengan plate.

5. Langkah selqnjutnya adalah Langkah yg ke Lima.

     - Setelah nyala di hasilkan, pertahan kan jarak ujung kawat las dengan plate sebesar ssatu diameter kawat las dan bergerak ke ujung kampuh yg di las.

    - Perpanjang jarak nyala sebesar dua kali jarak semula selama satu detik untk memanaskan plate dasar dan kembali pada posisi jarak semula , lalu buat sudut kemiringan kawat las antara 5 - 10 derajat untk melakuakn pengelasan selanjutnya.


 
   

Wednesday, 14 January 2015

JOB SAFETY ANALISIS ( Analisa Keselamatan Kerja ).

1. KENALI DAN PILIH PEKERJAAN

      -Tugas yg pernah ,akan berpotensi menimbulkan cidera atau Insiden.
      - Tugas yg penting terhadap Keselamatan .
      - Pekerjaan atau Tugas Baru yg belum pernah di lakukan sebelumnya.
      - Pekerjaan atau tugas yg sudah berubah.
      - Pekerjaanyg dilakukan oleh orang-orang baru.



  2. BERBAGILAH PEKERJAAN TERSEBUT DALAM BEBERAPA LANGKAH.

     - Tentukan Langkah Langkah sederhana dan urutannya.
     - Batasi langkah tersebut paling banyak 10.

3. KENALI BAHAYA BAHAYA NYA.

   - BAHAYA FISIK.

           - Tekanan , Listrik , bahan bahan kimia , Kedalaman , Ruang terbatas  (confined space ), getaran, Jalan masuk (akses) , benda benda bergerak , Cuaca , Benda benda panas / dingin , kebisingan, Radiasi , Perkakas dan Peralatan , Beban berat , beban beban berbahaya, Kondisi tanah.

  - MEKANISME TERJADINYA CIDDERA

           - Terhantam , terjebit , Cidera otot, Benda benda yg di jatuhkan , Menghantam ,     Terpeleset/tersandung/jatuh,Terhirup , Kebakaran/ledakan , Panas/debu/gas/,Bahan bahan kimia .

 - FAKTOR FAKTOR LAIN
         - Pencemaran lingkungan , Kerusakan Alat , Faktor Manusia , Kompetensi dan pelatihan) dll.,Operasi
            yg terus menerus, Karyawan Lain.



4. BUAT SOLUSI UNTUK MENGENALIKAN BAHAYA.

- Eliminasi , Penghilangan , Penggantian , Perancangan Ulang , Pemisahan , Administrasi , PPE.



5. CATAT JSA PADA FORMULIR.

- Tinjau kembali pekerjaaan yg di lakuka , Langkah kerja yg telah di tentukan , Bahaya bahaya  potensial yg
   telah di identifikasi dan solusi solusi pengendalian bahaya yg di gunakan.
- Tinjau kembali bila pekerjaan telah selesai , bahaya bahaya lain yg telah di ketahui , cara kerja di ubah
   atau pekerjaan di lakukan lagi..





JSA FOUNDATION

-Mengamati secara langsung.
-Diskusi kelompok
- Mengingat kembali dan memeriksa.

(sumber, HSE)
          

Tuesday, 13 January 2015

PAMPANGAN KESELURUHAN JENIS JENIS PENGELASAN


- LAS TAHANAN LISTRIK
 
  Terdiri dari ;   - RSW       = Resistance Spot Welding ( Las Titik Tahanan Listrik ).
                       -  RSEW    = Resistance seam Welding ( Las Jalur Tahanan Listrik ).
                       -  RPW      =  Projection Welding ( Las Proyeksi Tahanan Listrik ).
                       -  FW        =  Flash welding ( Las Tekanan Tahanan Listrik ).
                       -  UW        =  Upset Welding (Las Temu Tahanan Listrik ).
                       -  PEW      =  Percussion Welding ( Las Perkusi Tahanan Listrik ).

- LAS GAS

Terdiri dari;    - OAW        = Oxy Acetyline Weld (Las Karbit ).
                     -  OHW       = Oxy Hidrogen Welding ( Las Zat Asam Atau Zat air ).
                     -  PGW        = Pressure Gas Welding ( Las Gas Bertekanan ).

- SOLDER KERAS

Terdiri dari;    - IRB           = Infra Red Brazing ( Solder Keras Infra Merah ).
                     - TB             = Torch Brazing ( Solder Keras Obor ).
                     - FB             = Furnace brazing ( Solder Keras Dapur Pemanas ).
                     - IB              = Induction Brazing (Solder Keras Induksi listrik ).
                     - RB             = Resistanc Brazing ( Solder Keras Tahanan listrik ).
                     - DB             = Dib Brazing ( solder Keras Celup ).

- LAS PADAT

Terdiri dari;    - CW          = Cold Welding ( Las Dingin ).
                      - DFW       = Diffuison Welding (Las Pencairan ).
                      - EXW       = Exsplosion Welding ( Las Ledakan ).
                      - FOW       = Forge welding ( Las Tempa ).
                      - FRW        = Friction Welding ( Las Gesekan ).     
                      - USW       = Ultrasonoc welding ( Las Netrasonok ).

- LAS LISTRIK

Terdiri dari;     - SW         = Stud Welding ( Las Baut Pondasi ).
                       - PAW      = Plasma Art Welding Las  Art welding Plasma ).
                       - SAW      = Submarged Art Welding ( Las Busur Terbenam ).
                       - GTAW   = Gas tungstem Art welding ( Las Tig,Las Gas Tungstem ).
                       - GMAW = Gas Metel Art welding ( Las Gas Metal ).
                       - SMAW = Shielded Metal Art Welding ( Las Busur Nyala listik ).
                       - FCAW  = Flux Cored Welding ( Las Busur inti Flux ).
                       - CAW    = Carbon Art welding ( Las Busur nyala carbon ).

- JENIS JENIS LAIN
 
  Jenis jenis ini kebanyakan belum populas di indonesia.
  jenis jenis ini adalah; - EBW      = Electro Beam welding ( Las Busur Laser ).
                                  - Ew         = Electro Slag Welding ( Las Busur terhenti ).
                                  - IW         = Induction welding ( Las induksi Listrik ).
                                  - LBW      = Laser Beam Welding ( Las Busur Laser ).
                                  - TW        = Termit welding ( Las Termit ).

Demikian sobat semua gambaran tentang Pampangan jenis Jenis las .
mudahan bisa menambah wawasan kita tenang pengetahuan tentang pengelasan.


(sumber, Pustaka sains dan tehnologi ).