slogan

Technican Blog adalah blognya Orang orang tehnik..

Labels

Showing posts with label safety. Show all posts
Showing posts with label safety. Show all posts

Tuesday, 19 January 2016

KENALI SEMUA POTENSI BAHAYA SEBELUM BEKERJA.

KENALI POTENSI BAHAYA YANG BERSUMBER DARI PERALATAN KERJA.

          Peralatan Kerja bagi kita sebagai seorang Pekerja adalah hal yg sangat penting da menunjang kegiatan di tempat kerja demi tercapainya suatu hasil yang memuaskan.dapat di bayang kan apa bila di tempat kerja terdapat peralatan kerja yang tidak layak di gunakan pekerjaan tersebut tidak akan aman dan tidak nyaman untuk di gunakan yang tentunya hasil pekerjaan jauh dari standar mutu yang di harap kan.

Bebetapa contoh peralatan kerja yang harus selalu di inspeksi dan di rawat sebelum dan sesudah penggunaan;

- Alat Bantu Angkat.




- Peralatan Yang Berhubungan Dengan Listrik





- Peralatan Yang Bersifat Pribadi Atau Perkakas Tangan

 


-Peralatan Lain Yang Berhubungan Dengan Pekerjaan.




              Selain perawatan peralatan yang dilakukan oleh Maintenance secara berkala,kita juga di harapkan turut serta dalam pemakaian alat alat kerja yang benar, gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.Misalnya pengguna,an Over Head Crean, alat ini Khusus di gunakan untuk mengankat beban secara vertikal dan memindahkan secara horisontal bukan untuk menarik atau menyeret beban, dengan kita mengikuti petunjuk petunjuk cara penggunaan peralatan kerja yang benar dan aman maka kita sudah ikut serta dalam masalah perawatan perawatan kerja.

             Merawat alat kerja yang baik secara terus menerus akan menambah umur peralatan kita. dan kita tidakmlagi di repot kan dengan masalah Over Head crean yang macet, Tali sling Putus , Hook Patah, dan kegagalan yang lain yang berhubungan dengan alat bantu tersebut.

Begitu juga dengan peralatan kerja yang lain yang biasa kita gunakan dalam bekerja,sudah seharusnya kita periksa sebelum dan setelah di gunakan serta segera laporkan padfa bagian perbaikan bila di temukan peralatan rusak atau tidak berfungsi dengan baik dan perlu di ganti dengan yang baru.
                
               Untuk di harapkan kepada semua pekerja agar masalah perawatan alat bantu kerja kita benear benar harus di jaduikan suatu budaya keselamatan dalam diri kita sehari hari dalam bekerja. 


Sumber; X.sprech
               HH SHE. 

Monday, 11 January 2016

BAHAYA DI LINGKUNGAN KERJA....



BAHAYA DI LINGKUNGAN KERJA TAMBANG....

KLARIFIKASI BAHAYA..

      Sebelum jauh kita bahas mari kita kenali terlebih dahulu tau apakah sebenarnya BAHAYA itu... 
BAHAYA adalah segala kondisi yang dapat memberi pengaruh yang merugikan terhadap kesehatan atau kesejahteraan orang yang melakukan pekerjaan.
Ada beberapa Faktor Bahaya di lingkunga kerja yg meliputi dari beberapa faktor di antaranya adalah , Faktor KIMIA, BIOLOGI ,FISIKA ,FISIOLOGI ,dan PSIKOLOGI..
      
     Ada beberapa Jalan  masuknya bahan bahan KIMIA yang akan masuk ke dalam tubuh di antaranya melalui,    -Pernafasan [ Inhalation ]
               - Kulit [ Absorption ]
               - Tertelan [ Ingertion].
Racun racun ini dapat menyebabkan suatu efek yang bersifat Akut, Kronis Ataupun Kedua duanya.

Beberapa bahaya di area kerja tambang yang akan kita bahas kali ini adalah,

KOROSI.....

       Bahan kimia yang bersifat Korosif akan menyebabkan kerusakan pada permukaan tempat dimana terjadi kontak Kulit , Mata , dan Sistem pencernaan adalah bagian tubuh yang paling umum terkena.
contoh  nya, Konsentrat Asam dan Basa, Fosfor.

IRITASI......

        IRITASI  dapat menyebabkan peradangan pada permukaan di tempat kontak. Iritasi kulit bia menyebabkan reaksi seperti Eksim , Atau Dermatitis. Iritasi pada alat pernafasan yang hebat dapat menyebabkan sesak nafas , peradangan dan oedema ( bengak ) .
Contohnya,  Kulit
                    Pernafasan < Aldehydes ,Alkaline Dusts , Amonia , Nirogen Dioxside , Phosgene , Chlorine , Bromine , Ozone.

REAKSI ALERGI

        Reaksi Alergen atau Sensitizers dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit atau Organ pernafasan.Contoh, Kulit <..Colophony (rosin) , Formaldehide, Logam seperti Chromium atau |Nickel, Epoxy Hardeners, Turpentine.

ASFIKSIASI

        Asfiksian yang sederhana adalah Inert Gas yang mengencerkan atmosfir yang ada. misalnya pada Kapal,Silo , atau Tambang Under Ground. Konsentrasi Oksigen pada Uadara normal tidak boleh kurang dari 19,5% Volume Udara.
Afiksian Kimia mencegah transport oksigent dan Oksigenasi normal pada darah atau mencegah oksigenasi normal pada kulit.
Contoh ,
             - Asfiksian Sederhana ; Methane , Ethane , Hydrogen , Helium.
             - Kemungkinan Korsinogen Pada Manusia ; Formaldehyde , Carbon Tetrachloride , Dichromates ,                   Berryllium.

EFEK REPRODUKSI

      Bahan bahan beracun mempengaruhi fungsi reproduksi dan Seksual dari seseorang manusia, Perkembangan bahan bahan racun adalah Faktor yang dapat memberikan pengaruh negatif pada keturunan orang yang terpapar , sebagai contoh Aborsi  Spontan.
Contoh , Manganese , Carbondisulphide , Monomethyl , dan Ethyl Ethers dari ethyleneglycol , mercury, Organic Mercury compounds , Carbonmonoxide , Lead , Thalidomide , Pelarut.

RACUN SISTEMIK

      Racun sistemik Adalah Agen agen yang menyebabkan luka pada Organ atau sistem tubuh.
Contoh, Otak  <    Pelarut , Lead , Mercury , Manganese.
              Sistem syaraf Peripheral  <   N-Hexane , Lead , Arsenic , Carbon , Carbon Disulphide.
              Sistem Pembentukan Darah <  Benzene , Ethylene Glycol Ethers.
              Ginjal <   Cadmium , Lead , Mercury , Chlorinate3d Hydrocarbons.
              Paru paru <   Silica , Asbestos , Debu Batubara ( Pneumoconiosis )..

 BAHAYA BIOLOGI.... 

       Bahaya Biologi  dapat di definisikan sebagai debu organik yang berasal dari sumber sumber sumber biologi yang berbeda seperti Virus , Bakteri , Jamur , Protein dari binatang atau bahan bahan dari tumbuhan seperti produk serat alam yang terdegradasi.
Bahaya Biologi  dapat terbagi menjadi dua bagian, yaitu yang menyebabkan Infeksi dan noninfeksi.
Bahaya dari yang bersifat Non infeksi dapat di bagi lagi menjadi  Organisme Viable , Racun Biogenik , dan Alergi Biogenik.

BAHAYA INFEKSI

     Penyakit akibat kerja karena Infeksi relatif tidak umum di jumpai . pera pekerja yg berpotensial mengalaminya  adalah contohnya pekerja Rumah sakit , Laboratorium , Juru masakk , Penjaga binatang , Dokter Hewan . dll.
Contoh , Hepatitis B , Tubercolusis , Antrax, Bruccella , Tetanus , Salmonella , Chlamydia , Psittaci.

 ORGANISME VIABLE DAN RACUN BIOGENIC

      Organisme Viable termasuk di dalam nya Jamur , Spora dan mycotoxins , Racun biogenik termasuk endotoxins , aflatoxin dan Bakteri. Perkembangan produk bakterial dan jamur dipengaruhi oleh suhu , kelembapan, dan media dimana mereka tumbuh , pekerja yang beresiko, pekerja pada Silo bahan pangan , Pekerja di sewage , & , Sludge treatment, dll.
Contoh , Byssinosis , Grain Fever , Legionnaire's dissease.

ALERGI BIOGENIK

       Termasuk di dalam nya adalah , Jamur , Animal-derived , Protein, Enzim.
Bahan Elergen dari pertanian berasal dari protein pada kulit binatang , rambut dari bulu dan protein dari urine dan Feaces Binatang.
Bahan bahan Elergen pada industri berasal dari proses fermentasi, pembuat obat , bakery , kertas , proses Pengolahan kayu , juga di jumpai di Bioteknologi ( Enzim, vaksin, dan Kultur jaringan).
Pada orang yang senditif , Pemajanan Elergen dapat menimbulkan gejala Alergi seperti rinitis , Conjunctivitis , atau asma. Contoh , Occupation astma , wool , bulu , Butir Gandum , tepung Bawang dll.


BAHAYA FISIKA 

KEBISINGAN.



     
      Kebisingan dapat di artikan sebagai segala bunyi  yang tidak di kehendaki yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan seseorang maupun suatu populasi. Aspek yang berkaitan dengan kebisingan antara lain , Jumlah energi bunyi , Distribusi Frekwensi , Dan Lama Pajanan.
Kebisingan dapa menghasilkan Efek Aklut seperti masalah Kamunikasi., turunnya Konsentrasi , yang pada ahirnya mengganggu Job Performan seorang tenaga kerja.
Pajananan kebisingan yang tingggi ( Biasanya > 85 dBA) pada jangka waktu tertentu dapat menyebabkan tuli yg bersifat sementara maupun Kronis.
Tuli permanen adalah penyakit akibat kerja yang banyak di Claim.
Contoh, Pengolahan Kayu , Tekstil , Metal dll.

GETARAN
        Getaran mempunyai para meter yang hampir sama dengan Bisingan seperti, Frekwensi , Amplitudo , Lama Pjanan , dan apakah sifat getaran terus menerus Atau Intermitten (Putus putus).Metode kerja dan ketrampilan memegang peranan penting dalam memberikanefek yg berbahaya. Pekerjaan manual menggunakan Power tool berasosiasi dengan gejala gangguan peredaran darah yang di kenal sebagai Raynoud's phenomenon atau Vibration- induced White Fingers (VWF)
Peralatan yang menimbulkan getaran juga dapatmemberi efek Negatif pada sistem saraf dan sistem Musculo-Skeletal dengan mengurangi kekuatan cengklaram dan sakit tulang belakang.
Contoh , Loader, Forklift truck , Pneumatic tools , Chain saws.


RADIASI NON MENGION


       Radiasi Non Mengion antara lain , Radiasi Ultraviolet , Visible Radiation , Inframerah , Laser , Medan Electromagnetik ( Microwave dan Frekwensi Radio ).
Radiasi Inframerah dapat menyebabkan penyakit Katarak.
Laser berkekuatan besar dapat merusak mata dan kulit.
Medan Elektromagnetik tingkat rendah dapat mennyebabkan Kangker.
Contoh , Radiasi Ultraviolet - Pengelasan.
              Radiasi Inframerah - Furnacesn , Tungku Pembakaran.
              Laser - Komunikasi , Pembadahan.


PENCAHAYAAN (ILLUMINASI )

         Tujuan pencahayaan ,
                                   - Memberi kenyamanan dan Efisiensi dalam melaksanakan pekerjaan.
                                   - Memberi lingkungan kerja yang Aman.
Efek pencahayaan yang buruk , Mata tidak nyaman, Mata lelah , Sakit kepala.
Keuntungan pencahayaan yang baik, Meningkatan semangat kerja , Produktifitas , mengurangi Kesalahan , Meningkatkan House Keeping , Kenyamanan LingkunganKerja , Mengurangi Kecelakaan.


BAHAYA PSIKOLOGI


       STRESS adalah tanggapa tubuh yang sifat nya non -Spesifik terhadap setiap tuntutan atasannya.manakala tuntutannta terhadap tubuh itu berlebihan maka hal ini dinamakan Stress.
Gangguan Emosiaonal yang di timbulkan , Cemas , Gelisa , Gangguan Kepribadian , Penyimpangan sexual , Ketagihan alkohol , dan Psikotropika.
Penyakit penyakit Psikotomatis antara lain , Jantung Koroner , Tekanan Darah tinggi , Gangguan pencernaan , Luka usus besar , Gangguan pernafasan , Asma bronkial , penyakit Kulit dll.


BAHAYA FISIOLOGI 


PEMBEBANAN KERJA FISIK

       Beban kerja Fisik Bagi pekerja kasar perlu memperhatikan kondisi Iklim , sosial ekonomi , derajat kesehatan.Pembebanan tidak melebihi 30-40% dari kemampuan kerja maksimum tenaga kerja dalam jangaka waktu 8 jam sehari .Berdasar hasil beberapa observasi , beban untuk tega kerja indonesia adalah 40 kg.bila mengangkat dan mengangkut di kerjakan lebih dari sekali  maka beban maksimum tersebut harus di sesuaikan.
Oleh karena penetapan kemampuan kerja maksimun sangat sulit , para meter praktis yang di gunakan adalah pengukuran denyut nadi yang di usahakan tidak melebihi 30 - 40 per menit di atas denyut nadi sebelum bekerja.




Sumber : X sprech
               HH SHE.
      
          

Monday, 6 July 2015

BEKERJA DI KETINGGIAN

PENTINGNYA PENGGUNAAN SAFETY HARNESS




         Peralatan pelindung diri sanngatlah penting terutama dalam kita melakukan pekerjaan di atas ketinggian yang sangat beresiko, yang mengharuskan kita memakai peralatan pelindung diri perseorangan.
Salah satu peralatan untuk bekerja di ketinggian yang biasa kita gunakan adalah Full Body Harness merupakan alat pelindung diri yang terdiri dari rakitan tali bahu dengan tali kaki yang saling terhubung , dengan atau tanpa sabuk badan , yang di rancang untuk di kait kan ke Lanyard , Tali tiang , atau penahan jatuh dan di gunakan jika da potensi jatuh bebas atau jatuh tertahan.

       Peralatan pelindung diri ini Biasanya di gunakan pada pekerjaan dengan ketinggian dua meter atau lebih , misalnya pada pekerjaan pembuatan Platform , Konstruksi bangunan , pemancang tangki dan pekerjaan lain yang di lakukan pada ketinggian . Hal tersebut juga berlaku pada pekerjaan di atas Scaffolding atau pun menggunakan Man Lift , dimana kita juga harus tetap memakai Full Body Harness , yang menjamin kita dari bahaya jatuh.


















       Kecelakaan atau jatuh saat bekerja pada ketinggian besar umumnya menyebabkan cidera serius , cacat dan bahkan meninggal dunia. tidak ada orang yang rela kehilangan tangan atau kaki atau bahkan nyawanya, untuk itulah pentingnya peralatan pelindung diri saat beraktifitas atau bekerja. Dengan memakai Full Body Harness setidaknya kita terlindung dari bahaya saat bekerja di ketinggian.

      Dalam penggunaan Full Body Haerness ini tentunya ada hall yang perlu kita perhatikan di antaranya ,

- Selalu persiapkan diri dan Mintalah Full Body Harness kepada Superfisor atau pengawas pekerjaan anda
   bila akan bekerja di ketinggian.
- Selalu kenakan / Gunakan Full Body Harness yang telah di periksa / di cek dan telah di pastikan layak
   Pakai dan bagus kondisinya.
- Ikatlah selalu tali penggantung secara vertikal dan tepat di atas kepala.
- Saat berpindah tempat atau menaiki tangga ikat tali penggantung pada Tubuh , jangan biarkan meng-
  gantung.
- Perhatikan langkah kaki dan pegangan saat berpindah atau bergerak.
- Jangan menggantung material atau peralatan pada Full Body harness.
- Hindarkan Full Body Harness dari Api , Air , Grease , cat dan bahan lainnya yang dapat merusak nya.
- Dan jangan merasa aman bila sudah menggunakan Full Body Harness karena alat ini cuma mengurangi
   resiko yang lebih fatal , maka dari itu selalu berhati hatilah , dan waspada terhadap bahaya bahaya lain
   saat bekerja di ketinggian.



Sumber :
            - Xsprech
            - HSE HH - Utama Int,l.

Wednesday, 3 June 2015

JANGAN GUNAKAN PERALATAN LISTRIK YANG RUSAK

PASTIKAN PERALATAN LISTRIK AMAN SEBELUM DI GUNAKAN

             Dalam kehidupan kita sehari hari kita tak kan lepas menggunakan peralatan yang berhubungan dengan listrik. baik di dalam rumah tangga maupun pada saat kita bekerja baik di kantor, maupun bekerja di lapan di suatu perusahaan ,
Dalam menggunakan nya kita hendaknya selalu was pada dan harus berhati hati karena kesalahan ataupun keteledoran sedikit saja akan berakibat kerugian pada diri kita baik nyawa maupun harta benda.

Maka hendaknya kita selalu berpikir tentang keselamatan diri kita dalam bekerja yang menggunakan peralatan listrik, kita harus selalu memastikan dahulu peralatan yang hendak kita pakai dalam keadaan aman sebelum di gunakan.bagaimana cara memastikannya...?

Yang akan kita contohkan di sini ialah hal hal yang biasa kita lakukan sebelum menggunakan peralatan listrik di tempat kerja '
Periksalah secara berkali dan pemeriksaan rutin (harian) sbb;

       - Pastikan label inspksi yng di lakukan oleh orng yang berkompeten biasanya departement Electrik,
          Atau yg biasa kita sebut di tempat kerja ialah (tagging) masih berlaku.tagging di pasang biasanya
          pemeriksaan rutin secara berkala, dan sudah ada pernyataan dari orng yng terkait memasang tagging
          bahwa alat tersebut bisa di gunakan dan aman.
       - Periksalah terlabih dahulu dari kerusakan kerusakan yg bs kita lihat sebelum di gunakan, seperti retak,
          pecah dll.
       - Pastikan grounding system sudah terpasang pada tempatnya.
       - Periksa Exstention cable dari kerusakan kerusakan seperti, tersayat , terkelupas , terbakar , atau
          sambungan yang kendor pada stecker.

Bahaya dan resiko yang mungkin terjadi karena peralatan listrik yang tidak aman adalah tubuh kita ketika menjadi penghubung arus listrik. Inilah yang di namakan Kesetrum , atau tersengat arue listrik.
Resiko tersengat arus listrik bervariasi dari kejutan kecil, cidera ringan bahkan fatality.sekecil apapun yang namanya bahaya tersengat arus listrik tidak bisa di anggap main main, atau remeh.
gerakan remeh ketika tersengat arus listrik bisa sangat berbahaya yaitu bisa cidera atau bahkan fatality bila terjatuh dari ketinggian.

Untuk menghindari resiko pekerjaan listrik apa yang harus kita lakukan. pastikan sebuah peralatan listrik |Aman untuk di gunakan dan sebelum di gunakan dengan melakukan inspecsi terlebih dahulu. kita yang mau memakainya hendaknya tidak ada salah nya bila kita melakukan pengecekan ulang , dan memastikan apakah peralatan Yg menggunakan arus listrik tersebut dalam keadaan aman dan layak pakai.

Jenis inspeksi yang kita ketahui ada dua yaitu;
   
      - Inspeksi berkala
      - dan inspeksi harian.
Inspeksi berkala di lakukan oleh orang orang yang berkompeten di bidang kelistrikan, yang biasa kita sebut
Electrik Departement.
Inspeksi Harian di lakukan oleh orang yang mau memakai peralatan tersebut sebelum menggunakan nya.

Contoh pealatan Listrik ;

Peralatan listrik Porteble.

    Piranti ini adalah peralatan listrik yang dapat dimpindah pindah dengan mudah pada saat di gunakan pada waktu masih terhubung dengan suplay arus listrik
contohnya ;
                   - Gergaji listrik pemotong.
                   - Bor tangan Portable Listrik.
                   - Vacum cleaner.
                   -  Gerinda tangan listrik.







Peralatan Stasioner.

    Piranti / peralatan Listrik yang merupakan piranti permanen atau piranti yang beratnya lebih dari 18 kg dan tidak mempunya handle untuk di jinjing.
Contohnya ;
     
                    - Air conditioner.
                    - Water Cooler.
                    - Lemari Es.
                    - Microwave.


Ingat lah selalu Keselamatan kita sebelum menggunakan peralatan peralatan listrik karna bahaya akan mengintai kapan saja dan dimana saja bila kita tidak berhati hati...yang pasti ....!!!!
" Lakukan pre inspection sebelum menggunakan peralatan listrik...."


Sumber; x sprech
             She hh

Sunday, 24 May 2015

KENALI ENERGI BERBAHAYA DI LINGKUNGAN KERJA.


       Mengenali energi berbahaya pada pekerjaan yg akan  kerjakan di lingkungan kerja  sangatlah penting., oleh sebab itu biasanya para pekerja di area Tambang sudah di bekali pelatihan tentang bagaimana melakukan proses pengisolasian dengan benar. Ada 5 Energi berbahaya yg berhubungan dengan operasional yg biasa di lakukan di tambang.yaitu, Energi Mekanikal,Energi listrik,Energi Kimia,Energi Panas,dan Energi Radiasi.
       Kelima Energi ini harus di isolasi agar tidak mrnimbulkan cidera diri pekerja dan juga rekan,yg memperbaiki peralatan atau melakukan pekerjaan yg menggunakan energi- Energi tersebut.
Berikut ulasan tentang kategori energi energi tsb,

1. ENERGI MEKANIKAL

  
    Energi ini berupa energi Gravitasional,Energi tersimpan, Energi hidrolik dan  Energi pneuatik.
Bila kita akan memperbaiki peralatan atau installasi yang mempunyai minimal salah satu dari empat energi ini , lakukan Isolasi terhadap sumber energi itu agar kita dan orang lain terhindar dari kecelakaan dan peralatan yang rusak tidak semakin perah kerusakannya.


2. ENERGI LISTRIK


        Energi Listrik di sini yang kita maksud adalah , bisa dalam bentuk jaringanyang beraliran listrik atau Arus sisa.
Energi listrik di anggap berbahaya bila mana Aliran listrik dapat menciderai pada waktu melewati tubuh.Oleh karena itu sebelum melakukanpekerjaan yang berhubungan dengan listrik kita harus melakukan Isolasi agar cidera akibat sengatan listrik dapat di hindari.
        Secara umum pengisolasian energi Listrik dapat di lakukan dengan pemutusan Aliran Listrik melalui circuit Breaker pada switch board kemudian lakukan sampai kepada proses pengelok yakni pemasangan Padlock.
Untuk pekerjaan arus tinggi dan menengah ikuti prosedur pengisolasian dengan benar.Contoh di Unit Houltruk ******ada kenaikan arus dari 24 volt sampai dengan 105 atau lebih untuk proses kerja Injector dan hal itu perlu di ketahui oleh kita untuk lebih waspada.Untuk unit Houlpak Energi listrik yg di hasilkan /di gunakan sekitar 2000Volt atau lebih dan juga mempunya ampere yg cukup tinggi sehingga sangat berbahaya bagi rekan yang belum kompeten untuk melakukan pekerjaan di unit tersebut.kontrol yang ada adalah hanya orang yang di tunjuk yang boleh melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan energi tersebut.

3. ENERGI PANAS


    Energi ini bisa dalam bentuk Suhu yang terlalu panas maupun terlalu dingin.Energi panas ini menjadi berbahaya apabila energi panas yang ada melebihi kemampuan tubuh kita untuk mnerima suhu yang di hasilkan sumber energi.
Cidera karena energi panas ini biasanya di sebut Terbakar. Untuk menghindari cidera terbakar energi panas yang ada harus di Isolasi.contoh, Kita harus waspada terhadap energi Panas yang ada di unit seperti Exhaust Manifolt dan air radiator yang sering menyembur ke bagian tubuh dan hal ini juga banyak pengalaman Accident di lingkungan kerja kita.

4. ENERGI KIMIA


     Energi ini di anggap berbahaya ketika berisi bahan bahan yang dapat menyebabkan Cidera atau penyakit melalui kontak yang berupa Penghirupan, penyerapan ,Pencernaan.
Bahan - bahan kimia biaanya Diklarifikasi menurut sifatnya,antara lain, Korosif , Mudah terbakar , Beracun , Oksidasi , dan Mudah Meledak.
Karena sifat - sifat berbahaya tadi , bila kita melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan bahan Kimia, lakukanlah Isolasi sumber energi.
     Hal yang penting yang belum kita sadari dari survey yg telah di lakukan adalah kurangnya kesadaran dalam hal penyimpanan bahan kimia tersebut, seperti WD 40 dll.
Untuk lebih memahami bahaya/ resiko maka kita harus mengetahui MSDS (Material safety Data Sheet ) nya yang dapat di peroleh dari atasan di mana kita bekerja, atau dari penjual produck bahan tsb.

5.ENERGI RADIASI


     Sumber Radiasi atau Radioktif di anggap berbahaya pada saat sumber energi ini mengeluarkan sejumlah energi yang menyebabkan perubahan structure Molekuler tubuh atau dengan kata lain merusak organ Tubuh.
Karena sifat nya yang tidak kasat mata dan parahnya cidera yang di sebabkan oleh Radiasi ini, Pasti isolasi sumber energi radiasi ini di lakukan dengan benar dan hanya oleh Karyawan yang berwenang untuk melakukan.contoh sinar X Tray atau sinar Pengelasan Listrik berbahaya bagi anggota Tubuh Kita.
Pemahaman kita terhadap energi berbahaya sangatlah di butuhkan , hal ini untuk menjamin bahwa kita aman dan terisolisasi dengan baik dari Energi tersebut maka Tidak ada salahnya kita mempelajari dan mengetaui dari berbagai sumber apapu, baik buku maupun dari sumber lainnya, yang berkaitan dengan pengisolasian,



TAATI & PATUHI PROSEDUR PENGISOLASIAN DENGAN BENAR & AMAN.

A. ISOLASI

     Isolasi adalah penutupan sementara suatu area kerja yang di anggap berbahaya terutama bagi pekerja di sekitarnya. dalam penutupan suatu Area kerja , biasanya di lakukan apabila di suatu tempat pekerjaan terjadi resiko yang berbahaya.
Ada beberapa contoh pekerjaan yang di haruskan pengisolasian adalah:

       - Kegiatan Radiografi dan Hydrotest.
       - Temperature yang membahayakan.
       - Pekerjaan Listrik.
       - Penempatan bahan - bahan yang berbahaya.
       - Pekerjaan Mechanical.  
     
     Tanda - tanda umum bahwa suatu area kerja yang terisolisasi adalah :

- Terpasang / bentang safety line
- Tulisan tanda larangan dan jenis kegiatan yang membahayakan.
- Terpasang danger Tag / Out of service Tag.
- Di terbitkannya Work permit bila perlu.

Sebelum melakukan pekerjaan di tempat terisolisasi , terlebih dulu kita melapor kepada pengawas setempat dan pekerja yang menangani dengan tujuan semua pihak yang berwenang mengerti apa tujuan pengisolasian , kita wajib melapor kepada pengawas agar mereka dapat bekerja kembali dengan melepas semua tanda tanda pengisolasian.

B. DANGER TAG

 
      Yang di maksud dengan Danger Tag   
di sini adalah pemberian tanda - tanda larangan untuk tidak di gunakan / di opresikan , baik kendaraan , alat - alat kerja dan alat pendukung kerja.
Pemasangan Danger Tag sama pengertiannya dengan Pengisolasian , jadi seandainya suatu alat terpasang Danger Tag agar jangan sekali - kali melepas atau membuang dengan sengaja. 
membuang atau melepas bukan oleh orang yang tertera di dalam kartu Danger Tag akan berakibat fatal karena di dalam Danger Tag tertera Nama Pemasang , Nama Perusahaan , Tanggal , jam pemasangan, jenis alat dan alasan pemasangan Danger Tag.
Melepas danger Tag bukan oleh orang yang bersangkuatan akan menimbulkan bahaya bagi orang lain yang mungkin sedang bekerja di Area tersebut. jadi pikirkanlah dahulu sebelum melepasnya.

C. OUT OF SERVICE TAG


     
     Maksud dari pemasangan Out Of Service Tag adalah;
- Memberi tahu semua personil bahwa instalasi atau
   alat tidak boleh di operasikan karena dapat meng-
   akibatkan cidera orang atau menimbulkan kerusa-
   kan lebih lanjut pada instalasi atau alat tersebut.
- Siapa saja yang menganggap bahwa instalasi atau
   alat rusak dan jika di operasikan dapat menimbul-
   kan cidera pada orang atau kerusakan lebih lan-
   jut pada instalasi atau alat tersebut.
- Harus di gunakan bila kerusakan terjadi pada ins-
   talasi atau alat yang jika di operasikan dapat me-
   nimbulkan ancaman keselamatan terhadap orang-
   atau kerusakan lebih lanjut pada alat tersebut.

- Harus di pasang di tempat yang mudah di lihat oleh setiap orang yang mungkin mencoba menghidupkan,
   mengoperasikan, atau Mengakses Instalasi atau Alat.
- Boleh di pasang oleh siapa saja yang menganggap bahwa apabial instalasi atau alat tersebut jika di opera-
   sikan dapat menimbulkan cidera pada orang atau kerusakan lebih lanjut pada instalasi atau alat tersebut.
   Sebelum Out Of service Tag di pasang di pastikan bahwa aliran energi Utamanya (jika ada ) sudah di
   Putus.


Sumber; she/hh

Wednesday, 15 April 2015

MENGOPRASIKAN KENDARAAN DENGAN AMAN


         Ada beberapa syarat yg harus dilakukan apa bila kita akan mengoperasikan sebuah kendaraan agar kita aman. syarat itu adalah sbb;

- Periksalah kendaraan terlebih dahulu (Pre Start Check) Untuk memastikan bahwa kendaraan dalam
   keadaan layak dan safety untuk di pergunakan.
- Pengemudi hendaklah sudah terlatih ( Mempunyai SIM ) yg sesuai dengan jenis kendaraanya.
- Jumlah Penumpang yg berada di dalam kendaraan tersebut Hendaklah tidak melebihi Sertifikasi
   rancangan Pabrik pembuat kendaraan.
- Gunakan lah Seat Belt Pengemudi dan di anjurkan untyuk seluruh penumpang yg ada di dalam kendaraan
   untuk keamanan berkendara.
- Jangan mengoperasikan Handphone apabila mengoperasikan kendaraan.
- Pastikan kelengkapan kelengkapan yg lain sudah ada di dalam kendaraan misal,dongkrak,pemadam.p3k,
   dll, untuk membantu apa bila terjadi keadaan darurat apabila terjadi sesuatu di dalam perjalanan.

      Seperti kita ketahui Kecelakaan lalu lintas atau Traffic Accident ahir ahir ini sangantlah meningkat, yg mana tidak saja menimbulkan kerugian secara materi akan tetapi jg menimbulkan korban nyawa yg terbuang sia sia akibat ketidak patuhan dalam menjalankan kendaraan.
Untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan lalulintas maka kita semua pengemudi harus tetap waspada dan harus mengikuti beberapa prosedure yg sudah di tetapkanbaik baik procedure yg di buat oleh pemerintah kita ataupun procedure yg di buat oleh pabrik perancang dari kendaraan yg intinya agar para pengendara selamat dalam mengoperasiakan sebuah kendaraan.
Beberapa procedure itu di antaranya adalah;

- 1. Setiap pengemudi harus mempunyai SIM Kepolisian RI yg masih berlaku.
- 2. Setiap pengemudi harus merlakukan Pre Start Check kendaraan sebelum di gunakan.
- 3. Setiap pengengemudi Harus melaporkan dengan segera jika hasil check list ada terdapat kelainan
       kepada Maintenace Dept (di sebuah perusahaan) atau di bawa ke ahlinya (bengkel) kendaraan pribadi
       untuk segera di lakukan perbaikan.
- 4. Setiap pengemudi hendaklah mentaati peraturan tentang batas kecepatan yg sudah di tentukan.
       yg biasanya sudah di pasang tanda tanda pada rambu lalu lintas.
- 5. Setiap pengemudi dan penumpang harus menggunakan Seat Belt.
- 6. Jumlah penumpang hendaknya hanya sejumlah Seat belt yg ada atau yg terpasang.
- 7. Setiap pengemudi harus memastikan bahwa kendaraan yg di operasikan mempunyai kelengkapan sbb,

                        - P3K
                        - Pemadam Api (apar)
                        - Ban Serep
                        - Dongkrak dan Kunci Roda
                        - Segi Tiga Pengaman
                        - Maintenace Service Tag (Biasanya di perusahaan) atau keterangan Service berkala
                           Dari Bengkel.
- 8. Setiap pengemudi haruslah memastikan bahwa kendaraan dalam keadaan bersih dan terpelihara.
- 9. Setiap pengemudi harus mematuhi jadwal Preventif Maintenance yg sudah di tentukan oleh Maintenance
       Dept, (Biasanya di Instansi atau di perusahaan).
- 10. Setiap pengemudi Harus memarkir dengan benar apa bila ingin memarkirkan kendaraannya.
- 11. setiap pengemudi hendaklah Paham dan memahami serta mengamalkan tentang petunjuk keselamatan
        berkendara karna penting untuk keselamatan bersama.

Beberapa hal di atas di sosialisasikan untuk mencegah beberapa hal yg mungkin bisa membuat terjadinya kecelakaan dan kerugian baik untuk perusahaan atau pun pemakai kendaraan pribadi ,yg tentunya apabila tidak mematuhinya akan mendapatkan kerugian ataupun sangsi dari instansi yg terkait.

INGAT...!!!!!  JANGAN MENGOPERASIKAN KENDARAAN YANG ADA KERUSAKAN.. 

                                                UTAMAKAN KESELAMATAN !!!!!!!


Sumber ; SHE DEPT.

Friday, 6 February 2015

KENALI DAN KENDALIKAN BAHAYA BEKERJA DI RUANG TERBATAS




   Banyak yg harus kita ketahui apabila kita bekerja di area atau daerah kerja yg ada di dalam suatu ruangan terbatas.banyak sekali area contoh2 yg bisa kita ambil. yg mudah saja misalnya bekerja di dalam Tangki,Sumur , Boiler dll..
yg terpenting adalah kita harus mengenali bahaya bahaya apa saja yg kemungkinan terjadi apa bila kita bekerja pada area rung terbatas.
Baik,mari kita pahami langkah  langkah nya.

Langkah 1

-Kenali bahaya bekerja di ruang terbatas.

   - Pahami apakah yg di maksud ruang terbatas.

      Ruang terbatas adalah ruang tertutup atau sebagian tertutup yg bertekanan atmosfir dan tidak di maksudkan sebagai ruang kerja , serta suatu saat mungkin memiliki atmosfir yg mengandung tingkat pencemaran berbahaya, memiliki kekurangan atau atau kelebihan oxigent , menyebabkan penghisapan dan memiliki cara terbatas untuk masuk dan keluar. contohnya seperti di atas tadi , di antaranya tanki, sumur , boiler dst.

   - Kenali ruang terbatas di lingkungan kerja

      Di perlukan seorang petugas yg terlatih dengan baik , dan memiliki pengetahuan yg luas tentang ruang terbatas untuk melakukan identifikasi ruang terbatas.
Laporkan ruang ruang secara umum masuk dalam kategori ruang terbatas kepada petugas yg di tunjuk perusahaan untuk di lakukan identifikasi sekaligus daftar.

    - Waspadai Gas Beracun.

       Waspadai bahaya yg berkaitan dengan atmosfir di ruang terbatas,bahaya Atmosfir ini salah satunya dapat berupa gas beracun atau udara yg mengandung bahan bahan pencemar pada tingkat yg berpotensi membahayakan manusia, misalnya LEL (Lower Exsplosive Limit ). CH4 ( ataupun exsplosive Gas lainnya ) lebih dari atau sama dengan 5% , Konsentrasi H2S dalam udara lebih dari 10ppm , konsentrasi CO dalam udara lebih dari 25ppm , residu minyak atau bahan kimia yg lain yg mudah terbakar.

   - Waspadai bahaya rendah tingkat konsentrasi oksigen.

     Waspadai tingkat konsentrasi oksigen saat bekerja di ruang terbatas. menipisnya konsentrasi oksigen karena desakan karbon dioksida , nitrogen atau gas lainnya dapat membuat sesak nafas dan pingsan. tingkat konsentrasi oksigen berpotensi membahayakan jika konsentrasi oksigen di dalam udara kurang dari 19.5%, pastikan tingkat konsentrasi oksigen TIDAK berada di luar range 19.5% - 23.5% dari volume udara.

  - Waspadai tingkat tingginya konsentrasi oksigen.

     Waspadai tingkat konsentrasi oksigen saat bekerja di ruang terbatas . Tingginya tingkat konsentrasi oksigen di dalam udara dapat memicu terjadinya kebakaran atau ledakan. hal tersebut di karenakan oksigen merupakan salah satu unsur pembentuk api selain panas dan sumber penyalaan , sehingga dengan tingginya tingkat oksigen dalam udara akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran atau ledakan ( jika panas dan suber penyalaan cukup untuk membentuk api ). tingkat konsentrasi oksigen berpotensi membahayakan jika konsentrasi oksigen di dalam udara lebih dari 23.5%. pastikan tingkat konsentrasi oksigen tidak berada di luar range 19.5% - 23.5% dari volume udara.

   - Waspadai bahaya yang berhubungan dengan peralatan.

     Waspadai bahayanya mengenai hal ini. Bahaya ini kemungkinan bersumber dari isolasi peralatan dan peralatan yg kurang tepat.misalnya, perkakas listrik portable , mixer atau shaker. Bahaya yg bersumber pada peralatan ini akan dapat di identifikasi , salah satunya dengan cara membuat analisis keselamatan kerja yg bener sebelum pekerjaan di ruang terbatas di lakukan.

    - Waspadai bahaya yang berkaitan dengan akses.

       Waspadai bahaya yg berkaitan dengan akses keluar dan masukruang terbatas. sarana yg di perlukan untuk masuk dan keluar mempunyai potensi bahaya bila penempatannya atau pemasangannya kurang tepat. misalnya tangga dan platform menuju manhole ruangan. Bahaya yg berkaitan dengan akses ini akan teridentifikasi ,salah satunya dengan cara membuat analisis keselamatan kerja yg benar sebelum pekerjaan di lakukannya.

    - Pastikan pengetesan atmosfir di lakukan.

      Pastikan pengetesan atmosfir di lakukan sebelum pekerjaan di ruang terbatas di lakukan. Pengetesan atmosfir yg dilakukan harus mencakup pemeriksaan kandungan oksigen srta atmosfir yg mudah terbakar dan beracun. selain itu perlu juga di adakan penilaian apakah pekerjaan yg di lakukan akan berpotensi menyebabkan perubahan pada kondisi ruang terbatas . informasi yg di dapatkan akan menentukan frekwensi yg di perlukan untuk mengawasi dan mengetes atmosfir di ruang terbatas tersebut saat pekerjaan di lakukan.


- Langkah ke 2

      -Kendalikan bahaya bekerja di ruang terbatas.





       Untuk mengendalikan bahaya bahaya di saat kita bekerja di ruang terbatas ada beberapa langkah yg semestinya harus kita lakukan ;

       - Susun Analisis Keselamatan kerja (JSA) sebelum pekerjaan di ruang terbatas di lakukan.
    
          Susunlah JSA ( job Safety Analysis ) sebelum pekerjaan di ruang terbatas di lakukan . Mengingat resiko yg di timbulkan bila kecelakaan terjadi. maka setiap pekerja haruslah di dahului dengan sebuah JSA. dengan analisis keselamatan kerja , bahaya dapat di identifikasi dan di kendalikan sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan dapat di hindari.
      
       - Lakukan pemantauan udara secara interval.

         Pastikan pemantauan udara berinterfal di ruang terbatas di lakuakan saat pekerjaan di lakukan.berdasarkan pada hasil tes gas sebelum pekerjaan di lakukan , pemantauan atmosfir harus di lakukan sesuai interval yang di rekomendasikan . semua hasil pemantauan harus di catat dalam ijin masuk ruang terbatas . Apabila pemantauan menunjukkan adanya bahaya , maka bahaya yg timbul harus di tanggulangi sebelum pekerjaan di lakukan kembali.

      - Pastikan orang yang berkompeten yg bekerja di ruang terbatas.

        Pastikan bener benar orng yg berkompeten yg bekerja di ruanggan terbatas. selain memenuhi syarat kesehatan fisik , juga sudah mendapatkan beberapa pelatihan untuk menunjang kompetensinya. Seseorng yg bekerja di ruangan terbatas telah menyelesaikan pelatihan bekerja di ruang terbatas . Tergantung dari resiko dan jenis pekerjaan yg akan di lakukan di ruang terbatas. pekerja di prasaratkan untuk memiliki pengetahuan tentang bekerja di ketinggian , pengetahuan tentang prosedure isolasi dan lock out. pengetahuan pekerjaan tentang panas , serta memahami rencana penyelamatan darurat.

      - Isolasi bahan pencemar dan sumber energi lain.

        Isolasi bahan pencemar dan sumber energi lain yg ada di ruang terbatas . Isolasi yg berhubungan dengan ruang terbatas biasanya melibatkan kendali teknis seperti pengadaan fentilasi atau pembersihan sumber energi lain yg mungkin timbul sebagai akibat dari pekerjaan yg di lakukan atau atmosfir yang mudah terbakar.Terapkan kontrol teknis isolasi yg sesuai dengan pekerjaan ruang terbatas yg di lakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

     - Stanby person harus berada selalu di tempat.

        Pastikan dan personel yg stanby apabila ada yg bekerja di ruangan terbatas. stanby person harus selalu berada di acces point atau observation point saat pekerja lainnya bekerja di dlm ruangan terbatas.Dia harus menjaga komunikasi secara kontinyu dengan mereka selama pekerjaan berlangsung. Seorang stanby person tidak boleh merangkap tugas lain selama pekerja lainnya bekerja di dalam ruangan terbatas.

     - Supervisor (pengawas) harus mengawasi langsung pekerjaan di dalam ruangan terbatas.

       Pastikan supervisor mengontrol langsung pekerjaan di ruang terbatas. Supervisor harus memeriksa proses kerja secara terus menerus sehingga penyimpangan dari Analisis Keselamatan Kerja tidak terjadi selama pekerjaan berlangsung.Supervisor harus menghentikan pekerjaan dengan segera ketika pelanggaran aturan dan penyimpangan prosedure kerja di temukan.


 -Langkah ke 3

  -Susunan rencana keadaan darurat sebelum bekerja di ruang 
   terbatas.



   - Susun rencana penanggulangan keadaan darurat 

     Sususn rencana penanggulangan keadaan darurat pekerjaan di ruangan terbaqtas sebelum pekerjaan di lakukan . Lebih dari 60% kecelakaan fatal di ruang terbatas terjadi pada orang orang yg bermaksud melakukan penyelamatan. Oleh karena itu , sebuah prosedur atau rencana penanggulangan keadaan darurat untuk jenis pekerjaan ini harus di kembangkan dan di patuhi oleh para pekerja dan petugas penyelamat.
Sebelum pekerjaan di ruang terbatas di lakukan ,supervisor harus mengembangkan dan menjelaskan rencana penanggulangan keadaan darurat kepada semua orang yg berperan dalam pelaksanaan pekerjaan. dengan demikian setiap orang tau apa yg harus di lakukan bila keadaan darurat terjadi.

   - Tentukan tindakan pengamanan dalam usaha penyelamatan

      Tentukan tindakan pengamanan penyelamatan di ruang terbatas. Prosedur penyelamatan harus menjelaskan tindakan apa yg harus di ambil bila petugas penolong harus memasuki ruang terbatas.Hal hal yg berlaku bagi pekerja juga akan berlaku bagi orng yg memberi pertolongan.Misalnya jika atmosfir di ruang terbatas kurang oksigen, maka rencana penyelamatan harus mencakup tindakan pengamanan untuk keadaan itu.

    - Siapkan peralatan keselamatan penanggulangan keadaan darurat.

      Pastikan peralatan keselamatan penanggulangan keadaan darurat terkait ruang rerbatas tersedia di tempat kerja . dengan demikian , bila keadaan darurat terjadi rencana yg elah di buat bisa langsung di jadikan acuan tindakan penyelamatan.Peralatan keselamatan , misalnya alat bantu pernafasan atau alat angkat , harus tersedia juga. Ketiadaan atau ketrlambatan tersedianya peralatan tersebut dapat berakibat fatal bagi pekerja.Oleh karena itu , peralatan keselamatan tersebut tidak boleh di gunakan untuk melakukan pekerjaan lain selama pekerjaan di ruang terbatas sedang berlangsung.

     - Pastikan akses pertolongan darurat memadai.

       Pastikan akses pertolongan keadaan darurat pekerjaan di ruang terbatas memadai.Potensi masalah akses atau lubang untuk masuk dan keluar harus di identifikasi dan di nilai selama proses pengidentifikasian bahaya dan pengendalian resiko, dan di masuk kan ke dalam prosedure darurat dan penyelamatan. Jika ukuran lubang tidak memadai , maka ukuran lubang harus di perbesar. Jika mengubah lubang atau membuang penghalang tidak mungkin di lakukan, maka cara masuk yg aman lainya perlu di sediakan.

     - Pastikan fasilitas keadaan darurat memadai.

       Pastikan fasilitas keadaan darurat untuk pekerjaaan di ruang terbatas memadai.Rencana penyelamatan darurat harus di pertimbangkan antara lain, Fasilitas keadaan darurat yg ada , fasilitas pertolongan dan medis , Hasil penilaian resiko , Letak geografis ruang terbatas , serta penyelamatan dan fasilitas pertolongan pertama. Waktubyg di perlukan petugas darurat untuk merespon keadaan darurat ruang terbatas harus pula di pertimbangkan dengan seksama.

    - Pastikan kompetensi pemberi pertolongan darurat.

      Pastikan kompetensi karyawan pemberi pertolongan darurat pekerjaan di ruang terbatas. Rencana penyelamatan darurat harus pula menjelaskan kompetensi pelatihan pertolongan pertama yg di perlkan oleh karyawan, misalnya kualifikasi pertolongan pertama yg mencakup CPR ( baca ci pi ar ) . Penjelasan ini penting mengingat pertolongan pertama harus secepatya di berikan kepada korban kecelakaan sementara petugas medis belum tiba di lokasi.

     - Ikuti prosedure penyelesaian pekerjaan di ruang terbatas.

       Ikuti prosedure penyelesaian pekerjaan di ruang terbatas . Setelah pekerjaan selesai di lakukan , bukan berarti selesai pula pekerjaan pengawas yg bersangkutan. Supervisor (pengawas) pekerjaan harus memastikan semua pekerja yg namanya tercantum dan menandatangani dokumen masuk ruang terbatas, sudah keluar dari ruang terbatas.Selain itu , dia harus memberi tahu petugas penyelamat bila tugasnya telah selesai, memastikan instalasi aman untuk di operasikan kembali , membatalkan permit dan menyimpan dokumennya dengan lembar JSA.

Langkah ke 4

-Lakukan pekerjaan di ruang terbatas dengan aman



       -Pastikan ijin bekerja di ruangan terbatas di miliki

      Pastikan izin masuk ruang terbatas di peroleh dari seorang Confined Space Issuer . Orang yang terlatih secara penuh dan berpengalaman di ruang terbatas harus tetap mengisi izin masuk secara tertulis . hal ini penting mengingat tingkat bahaya dan resiko selalu bervariasi dari satu ruang terbatas ke ruangan rebatas lainya.

      - Pastikan JSA di susun sebelum pekerjaan di dalam ruang terbatas

       Pastikan JSA di susun sebelum pekerjaan di ruang terbatas di lakukan. Mengingat resiko yg di timbulkan bila kecelakaan di ruang terbatas terjadi, maka setiap pekerjaan di ruang terbatas harus di dahului dengan JSA. Hal tersebut harus di lakukanAgar bahaya dapat di identifikasi dan dikendalikan sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan dapat di hindari.

      - Pastikan hanya orang yang berkompeten yang bekerja di ruang terbatas.
       
        Pastikan hanya orng yg berkompeten yg bekerja di ruangan terbatas. Selain memenuhi sarat syarat kesehatan secara fisik , harus jg telah mendapatkan mendapatkan pelatihan untk menunjang kompetensinya. seorng pekerja harus telah menyelesaikan peatihannya.tergantung jg resiko dan jenis pekerjaan di ruang terbatas yg di lakukan nya. pekerja jg harus di prasayaratkan memiliki pengetahuan tentang bekerja di ketinggian ,prosedure isolasi dan Lock out. pengetahuan pekerja yg berhub. dengan panas , serta memahami tentang rencana penyelamatan darurat.

      - Patuhi semua rencana keadaan darurat.

        Patuhi semua rencana keadaan darurat , terutama yg berhubungan dengan ruang terbatas. karena pekerjaan ini termasuk jenis pekerjaaan yg beresiko kematian.semua yg bertugas harus memahami tugas masing masing dan mematuhi semua ketentuan yg tertuang dalam Code of Practice bekerja di ruang terbatas.

     - Di larang masuk ruang terbatas tanpa suratbijin  masuk di ruang terbatas.
     - Jangan lakukan pekerjaan di daam ruang terbatas bila tidak aman


sumber: safety.

Sunday, 1 February 2015

LINDUNGI TANGAN DAN JARI KITA DARI CIDERA.

    Dalam melakukan aktifitas kita sehari hari, apapun itu jenis aktifitasnya yg namanya bahaya akan selalu mengintai kita.akan tetapi hendaknya kita selalu bisa menganalisa setiap akibat dan resika nya apabila kita tidak berpikir tentang keselamatan kita.
Banyak faktor yg bisa mengakibatkan kita celaka, salah satunya di karenakan kita tidak faham tentang prosedure dan cara mengantisipasinya sebelum melakukan suatu aktifitas .paling tidak kalau kita faham segala langkah langkah untuk menganalisa dan cara mencegah segala potensi yg mengakibatkan suatu bahaya apapun terhadap apa jenis pekerjaan yg akan kita lakukan.
Kali ini akan kita bahas tentang cara mencegah agar jangan sampai tangan dan jari kita terkena cidera dalam melakukan aktifitas suatu pekerjaan:

CIDERA TANGAN DAN JARI.

- TINDAKAN PENCEGAHAN NYA SECARA UMUM.

    - Identifikasilah seluruh bahaya yang bisa menyebabkan cidera tangan / jari sebelum melakukan atau me-
       laksanakan suatu pekerjaan.
       Contohnya;  Alat berputar , Benda Tajam , Bahan Kimia Berbahaya , dan Suhu tinggi.


    - Lakukan penilaian terhadap resiko yang berhubungan dengan pekerjaan, ketahuilah dimana tempat yang
       Aman dan tidak aman untuk menempatkan tangan anda.
  
    - Jangan potong kompas / tidak mengikuti prosedurenya.

    - Pilih dan gunakan pelindung / sarung tangan yang tepat.

-BAHAYA BAHAYA MEKANIS TERHADAP TANGAN DAN JARI.

     - Menempatkan tangan dan jari pada daerah NIP POINT sebagai contoh; Dimana jari dan tangan bisa
        terjepit di antara dua bagian mesin.

     - Penggunaan peralatan tangan yg tidak tepat.

     - Pelindung tidak terpasang pada alat atau peralatan yg berenergi.

     - Menggunakan alat yang tidak tepat atau Rusak.

    - Kejatuhan benda / meterial pada tangan dan jari.

    - Terpapar pada benda benda tajam (tertusuk , terpotong ).

Demikian ulasan sedikit tentang potensi bahaya serta cara pencegahannya untuk menghindari terjadinya cidera pada tangan dan jari kita. semoga bermanfaat.

Wednesday, 14 January 2015

JOB SAFETY ANALISIS ( Analisa Keselamatan Kerja ).

1. KENALI DAN PILIH PEKERJAAN

      -Tugas yg pernah ,akan berpotensi menimbulkan cidera atau Insiden.
      - Tugas yg penting terhadap Keselamatan .
      - Pekerjaan atau Tugas Baru yg belum pernah di lakukan sebelumnya.
      - Pekerjaan atau tugas yg sudah berubah.
      - Pekerjaanyg dilakukan oleh orang-orang baru.



  2. BERBAGILAH PEKERJAAN TERSEBUT DALAM BEBERAPA LANGKAH.

     - Tentukan Langkah Langkah sederhana dan urutannya.
     - Batasi langkah tersebut paling banyak 10.

3. KENALI BAHAYA BAHAYA NYA.

   - BAHAYA FISIK.

           - Tekanan , Listrik , bahan bahan kimia , Kedalaman , Ruang terbatas  (confined space ), getaran, Jalan masuk (akses) , benda benda bergerak , Cuaca , Benda benda panas / dingin , kebisingan, Radiasi , Perkakas dan Peralatan , Beban berat , beban beban berbahaya, Kondisi tanah.

  - MEKANISME TERJADINYA CIDDERA

           - Terhantam , terjebit , Cidera otot, Benda benda yg di jatuhkan , Menghantam ,     Terpeleset/tersandung/jatuh,Terhirup , Kebakaran/ledakan , Panas/debu/gas/,Bahan bahan kimia .

 - FAKTOR FAKTOR LAIN
         - Pencemaran lingkungan , Kerusakan Alat , Faktor Manusia , Kompetensi dan pelatihan) dll.,Operasi
            yg terus menerus, Karyawan Lain.



4. BUAT SOLUSI UNTUK MENGENALIKAN BAHAYA.

- Eliminasi , Penghilangan , Penggantian , Perancangan Ulang , Pemisahan , Administrasi , PPE.



5. CATAT JSA PADA FORMULIR.

- Tinjau kembali pekerjaaan yg di lakuka , Langkah kerja yg telah di tentukan , Bahaya bahaya  potensial yg
   telah di identifikasi dan solusi solusi pengendalian bahaya yg di gunakan.
- Tinjau kembali bila pekerjaan telah selesai , bahaya bahaya lain yg telah di ketahui , cara kerja di ubah
   atau pekerjaan di lakukan lagi..





JSA FOUNDATION

-Mengamati secara langsung.
-Diskusi kelompok
- Mengingat kembali dan memeriksa.

(sumber, HSE)
          

Thursday, 8 January 2015

MEMAHAMI TENTANG RESIKO BILA BEKERJA DI DEKET AIR





   Banyak jenis pekerjaan yg biasa kita lakukan, namun hendaknya kita harus memahami berbagai kemungkinan yg terjadi yg bisa membahayakan diri kita,termasuk harus paham dan mengerti tentang resiko resiko yg akan timbul apabila kita tidak paham akan bahayanya suatu pekerjaan apa bila kita mengabaikan tentang syarat syarat agar dalam melakukan pekerjaan kita selamat.
     Yang akan kita sampaikan kali ini adalah tentang bahaya bahaya yg akan di timbulkan apabila kita bekerja di dekat air.entah itu di laut,kolam,sungai,danau dan dll.
Yang paling penting langkah pertama yg harus kita lakukan apa bila mau bekerja di deket air adalah"MELAKUKAN IDENTIFIKASI ATAU PENILAIAN RESIKO APABILA BEKERJA DI DEKET AIR" dan jangan lupa Pakailah jaket pelampung apa bila bekerja di deket air.





      Pekerjaan yang dilakukan di deket Air yg berpotensi tenggelam yg belum termuat dalam Prosedur Kerja Aman (SOP ) harus menjadi subyek bagi analisis keselamatan kerja (JSA ) untuk mengindentifikasi dan mengendalikan bahaya Sebelum suatu Kegiatan atau suatu pekerjaan di lakukan.

    S U R V E Y....

Ketika mengembangkan survey kegiatan yang berpotensi tenggelam kita harus ;

          - Menentukan dan Mencatat Siapa saja yg berwenang atau yg berkompeten untuk melakukan
             Kegiatan bekerja di dekat air tersebut.
          - Mengidentifikasi para pekerja yang melakukan pekerjaan di deket air.
          - Mengidentifikasi Lokasi dimana kegiatan tersebut dilakukan.
          - Memberikan perincian untuk menilai resiko yg berhubungan dengan pelasanaan kegiatan tersebut.
          - Memberikan perincian untuk pengidentifikasian tindakan pengendalian untuk setiap resiko yg di
             identifikasian.

  PENILAIAN RESIKO (RISK ASSESSMENT).

Survey tersebut harus mencatat penilaian resiko untuk setiap kegiatan yg dilakukan di dekat air. Semua kegiatan yg di nilai mengandung resiko yg tidak bisa di terima,harus di kendalikan untuk memastikan bahwa semua resiko yg ada telah di kurangi atau di hilangkan.


  TINDAKAN PENGENDALIAN....

- PENGHILANGAN;

  Keselamatan yg paling aman adalah menghindari bekerja di deket air.

- PENGGANTIAN;

Apabila penghapusan kebutuhan bekerja di deket air tidak bisa dilakukan pertimbangan , dapat dilakukan pada proses atau tindakan penggantian untuk mengurangi resiko tenggelam tersebut.

- TINDAKAN PENGENDALIAN TEHNIK;

Tindakan pengendalian tehnik terdiri dari tindakan perubahan pada desain atau konstruksi bagian instalasi atau alat , hal ini bisa mengakibatkan perubahan pada cara operasi instalasi tersebut. Jika desaign di ubah proses pengidentikasian bahayanya,penilaian resiko harus di ulangi (re-assessment).

- TINDAKAN PENGENDALIAN ADMINISTRATIF.

Tindakan pengendalian administratif melibatkan penggunaan sistem yg aman untuk mengendalikan resiko atau kegiatan tersebut.

- ALAT PELINDUNG DIRI;

Ketika perlengkapan pelindung diri di gunakan untuk mengendalikan resiko, perlengkapan tersebut harus di seleksi, di pelihara dan di gunakan secara tepat sesuai dengan fungsi masing masing.

CONTOH FOTO FOTO BEKERJA DI DEKET AIR



Dari foto foto di atas kita bisa menganalisa serta bisa mengamati resiko apa serta alat bantu apa yg bisa kita persiapkan agar diri kita selamat apa bila kita jg melakukan pekerjaan pekerjaan yg berada pada lokasi di dekat dengan air. pada gambar di atas kito contohkan pekerjaan yg berada di deket air laut.masih banyak lagi contoh contah yg lain yg bia kita ambil.
    Mudah mudahan berman faat untuk para pembaca sekalian.

Monday, 26 July 2010

PEKERJAAN DENGAN OVER HEAD CRANE





Salah satu alat bantu angkat adalah over head crane dan pengangkatan yg menggunakan O/H crane bisa dilakukan oleh pekerja karena memang peruntukan nya untuk memudahkan pekerjaan di work shop.
Tetapi dalam mengoperasikan O/H crane semua pihak harus mengacu kepada standard operating procedure (sop 202).
Ada beberapa hal ketentuan yg harus di taati / kewajiban sebelum orang menggunakan O/H Crane;
1. Check kondisi alat sebelum di gunakan.
2. Gunakan PPE/APD Standard.
3. Pastikan anda tahu berat SWLbeban yg di angkat.
4. Crane di rancang untuk mengangkat beban tegak lurus / veertikal dan memindahkan secara horisontal
5. Jangan menarik / menyeret beban di lantai.
6. Jangan mengangkat beban melebihi kapasitas SWL yg tertera pd alat O/H Crane.
7. Gunakan 2 O/H Crane apabila mengangkat beban melebihi SWL {hanya bila mendesak}.
8. Apabila akan membalik beban melebihi 2 ton, agar dilakukan di luar work shop dengan menggunakan mobile crane kemudian di kembalikan kedalam work shop.
9. Perhatikan di sekitar pengangkatan apabila ada halangan, rintangan rintangan, semua harus dalam  keadaan  aman
10. Tidak di benarkan orang di bawah atau di sekitar radius pengangkatan.
11. Crane hanya boleh di operasikan oleh orang yg sudah di tunjuk, orang yg berwenang, atau yg sudah dapat pelatihan / training O/H Crane.
12. pemberi aba aba di usahakan hanya satu orang dan pemberi posisi aba aba mudah di lihat dan berilah aba aba dengan jelas dan benar { tanda aba aba yg umum di pakai}.
13. Operator berhak menolak dan menghetikan pengangkatan yg di anggap berbahaya / beresiko tinggi.
14. Pengangkatan atau pemindahan muatan harus secara halus perlahan dan di usahakan serendah mungkin.
15. Jangan menggunakan Over Head Crane jika terpasang label berbahaya [Danger Tag].
16. Menurunkan dan menaikkan beban secara perlahan , jangan menghentak.
17. Laporkan setiap kejanggalan pd O/H Crane kepada supervisor/Maintenance.


Sumber....SAFETY.
8.