Monday, 12 January 2015
PENGERTIAN TENTANG LAS (WELDING)
DIFINISI TENTANG LAS (WELDING)..
LAS (WELDING) adalah suatu cara untuk menyambung benda padat dengan jalan mencairkan benda tsb melalu proses pemanasan.
Untuk keberhasialan suatu proses penyambungan di perlukan beberapa persyaratan yg harus di lakukan yakni di antaranya adalah;
- Benda padat yg dimaksud dapat di dilakukan proses pencairan atau dapat dilakukan proses peleburan
oleh Panas.
- Benda benda padat yg akan di sambung terdapat kesesuaian sifat lasnya sehingga tidak melemahkan
atau menggagalkan prosespenyambungan yg akan di lakukan.
- Cara cara penyambugan sesuai dengan sifat sifat dari benda padat dan tuuann penyambungan.
Adapun sumber sumber panas untuk pengelasan di hasilkan dari proses yg akan kita contoh ka seperti di bawah ini.Adapun suhu yg di hasilkan berkisar dari yg paling rendah hingga yg tinggi sekali. dari beberapa derajat celcius sampai puluhan ribu derajat celcius.
- Gas pembakar bertekanan.
- Tahanan listrik ,
Tahanan Listrik dapat menghasilkan panas yg lumayan tinggi sehingga dengan sangat mudah bisa
mencairkan baja.
- Bahan bakar Minyak.
Bahan bakar minyak menghasilkan beberapa ratus derajat celcius untuk pengelasan benda padat dengan
titik lembur rendah ,seperti Timah , plastik dll.
- Campuran Zat Asam dengan menggunakan Gas Pembakar seperti, Acetylene , Propan , Hydrogen .
Proses ini di sebut Oxy Acetylene,Oxy Hydrogen , atau Oxy Fuel. yg di indonesia familier sering kita
sebut adalah Las Karbit atau Autogen. Panas yg bisa di hasil kan oleh proses pemanasan tsbt dpt
mencapai titik Lebur Baja, antara 2.500 derajat F atau 1.370 derajat C.
- Busaur nyala Listrik (art).
Panas yg di hasilkan dari busur nyala listrik ini sangat tinggi (jauh di atas titik lebur baja). hingga dpt
mencairkan baja melalui proses yg sangat sekejab.sumber panas ini paling populer yg sering kita gunakan
untuk proses pengelasan berbagai macam Baja. Paduan baja , dan jenis metal baja non ferous.
- Induksi Listrik.
- Sinar Infra Merah.
- Reaksi Kimia Eksotermia (termit).
- Getaran Ultrasonik.
- Pemboman dengan Electron (electron bombardment).
- Sinar laser
- Ledakan Bahan Mesiu .menhasilkan suhu yg sangat tinggi hingga dapat mencairkan baja dan metal lainya
hanya dalam sekejab.
- Busur Nyala Listrik dan Gas Pelindung.
Sumber panas ini di pakai dalam di pakai dalam panduan baja yg peka terhadap proses oksidasi. itu sebab
nya gas pelindung oksidasi di pergunakan untuk mendapat hasil pengelasan yg optimal seperti TIG ,MIG ,PLASMA ,ARD , dll.
Dari beberapa daftar di atas dapat kita simpulkan betapa sangat luasnya tentang dunia pengelasan itu.
dan mengingat sangat penting nya dalam sistem penyambungan berbagai benda padat untuk keperluan dunia tehnik dan berguna untuk proses keperluan kebutuhan kehidupan ini.
Hingga saat ini ada sekitar 35 jenis model sistem pengelasan yg di ciptakan oleh Mannusia.dari keseluruhan jenis tersebut yg sering di gunakan di negara kita adalah
- Pengelasan dengan menggunakan busur nyala listrik ( shielded metal art welding (SMAW ).
- Dan Las Karbit ( Oxy Acetylene Welding (OAW).
Di beberapa industri yg menggunakan tehnologi canggih di negara Kita,telah pula menggunakan Proses pengelasan jenis TIG ( Tungsten Inert Gas Welding).MIG (Metal Gas Weldeng atau CO2 Welding) Las Tahan Listrik (Electric Resistance welding (ERW), Las Busur Terbenam (Submarged Art Welding atau SAW)
Thursday, 8 January 2015
MEMAHAMI TENTANG RESIKO BILA BEKERJA DI DEKET AIR
Banyak jenis pekerjaan yg biasa kita lakukan, namun hendaknya kita harus memahami berbagai kemungkinan yg terjadi yg bisa membahayakan diri kita,termasuk harus paham dan mengerti tentang resiko resiko yg akan timbul apabila kita tidak paham akan bahayanya suatu pekerjaan apa bila kita mengabaikan tentang syarat syarat agar dalam melakukan pekerjaan kita selamat.
Yang akan kita sampaikan kali ini adalah tentang bahaya bahaya yg akan di timbulkan apabila kita bekerja di dekat air.entah itu di laut,kolam,sungai,danau dan dll.
Yang paling penting langkah pertama yg harus kita lakukan apa bila mau bekerja di deket air adalah"MELAKUKAN IDENTIFIKASI ATAU PENILAIAN RESIKO APABILA BEKERJA DI DEKET AIR" dan jangan lupa Pakailah jaket pelampung apa bila bekerja di deket air.
Pekerjaan yang dilakukan di deket Air yg berpotensi tenggelam yg belum termuat dalam Prosedur Kerja Aman (SOP ) harus menjadi subyek bagi analisis keselamatan kerja (JSA ) untuk mengindentifikasi dan mengendalikan bahaya Sebelum suatu Kegiatan atau suatu pekerjaan di lakukan.
S U R V E Y....
Ketika mengembangkan survey kegiatan yang berpotensi tenggelam kita harus ;
- Menentukan dan Mencatat Siapa saja yg berwenang atau yg berkompeten untuk melakukan
Kegiatan bekerja di dekat air tersebut.
- Mengidentifikasi para pekerja yang melakukan pekerjaan di deket air.
- Mengidentifikasi Lokasi dimana kegiatan tersebut dilakukan.
- Memberikan perincian untuk menilai resiko yg berhubungan dengan pelasanaan kegiatan tersebut.
- Memberikan perincian untuk pengidentifikasian tindakan pengendalian untuk setiap resiko yg di
identifikasian.
PENILAIAN RESIKO (RISK ASSESSMENT).
Survey tersebut harus mencatat penilaian resiko untuk setiap kegiatan yg dilakukan di dekat air. Semua kegiatan yg di nilai mengandung resiko yg tidak bisa di terima,harus di kendalikan untuk memastikan bahwa semua resiko yg ada telah di kurangi atau di hilangkan.
TINDAKAN PENGENDALIAN....
- PENGHILANGAN;
Keselamatan yg paling aman adalah menghindari bekerja di deket air.
- PENGGANTIAN;
Apabila penghapusan kebutuhan bekerja di deket air tidak bisa dilakukan pertimbangan , dapat dilakukan pada proses atau tindakan penggantian untuk mengurangi resiko tenggelam tersebut.
- TINDAKAN PENGENDALIAN TEHNIK;
Tindakan pengendalian tehnik terdiri dari tindakan perubahan pada desain atau konstruksi bagian instalasi atau alat , hal ini bisa mengakibatkan perubahan pada cara operasi instalasi tersebut. Jika desaign di ubah proses pengidentikasian bahayanya,penilaian resiko harus di ulangi (re-assessment).
- TINDAKAN PENGENDALIAN ADMINISTRATIF.
Tindakan pengendalian administratif melibatkan penggunaan sistem yg aman untuk mengendalikan resiko atau kegiatan tersebut.
- ALAT PELINDUNG DIRI;
Ketika perlengkapan pelindung diri di gunakan untuk mengendalikan resiko, perlengkapan tersebut harus di seleksi, di pelihara dan di gunakan secara tepat sesuai dengan fungsi masing masing.
CONTOH FOTO FOTO BEKERJA DI DEKET AIR
Dari foto foto di atas kita bisa menganalisa serta bisa mengamati resiko apa serta alat bantu apa yg bisa kita persiapkan agar diri kita selamat apa bila kita jg melakukan pekerjaan pekerjaan yg berada pada lokasi di dekat dengan air. pada gambar di atas kito contohkan pekerjaan yg berada di deket air laut.masih banyak lagi contoh contah yg lain yg bia kita ambil.
Mudah mudahan berman faat untuk para pembaca sekalian.
Saturday, 27 December 2014
URUTAN DALAM MELAKUKAN PENGELASAN.
Menentukan urutan dalam melakukqn pengelasan yg Benar, dan rapidapat menghasilkan baik dan hail yg akan baik pula.Urutan pengelasan yg simetri dapat mengurangi perubahan bentuk.Perubahan memanjang dan perubahan Pulir dapat di kurangi dengan Pengelasan Meloncat.
Tujuan nya.
Proses Welding pada carbon steel terutama Piping dapat dilakukandengan Benar dan menghasilkan suatu mutu dari sebuah pengelasan yg Baik.serta Mengacu kepada Standard dan Spesifikasi oleh Pihal Client.
Rujukannya.
- Total SpspesificationFor proses Piping SP-TCS-611 REV 6
- ASME B 3.1.3
- ANSI B313
TINDAKANNYA
- Seorng Welder Harus mempersiap kan ;
- Welding restifer c/w cable Welding dan Ground (cable massa /clam).
- Holder {Stang las welding untuk Jenis GTAW /dan tungstan.
- Welding rods (electroda) untuk carbon steel sesuai dengan proses Welding - untuk proses peng
ngelasan SMAW.dan Proses Pengelasan GTAW.
- Quifer untuk proses pengelasan SMAW.
- Grinding Machine 4" Diameter c/w Disc.- Cup Brush
- Hand Brush.
- Cipping Hummer.
- Welding Helmt ,seerta c/w classes.
- Regulator.
- Gas carbon Untuk carbon steel.(WG 99.96.persen.
- Welding Gove.
- DLL
Foreman Welder hendaknya slalu melakukan Pengecekan.,Melihat dan mempersiapkan ,WPS yg akan di gunakan dak memberikan arahan Kepada Welder yg Di tanjuk mengenai pelaksanaan Pengelasan Tersebut;
- Type Elecrtods / Welding rods yg di gunakan.
- Diameter Electrode / Welding rods y di gunakan.
- Type join yg digunakan.
- Proses Welding yg akan di gunakan.
- Pemakaian pre-head ayau tidak jika di perlukan di beritahu berapa OC yg di tentukan WPS.
- Foltase danAmpere Rectifer yg Harus di setting.
- Weafing maksimum harus 21/2 kali diameter electrode yg di gunakan.
Lakukan pengelasan Dengan langkah langkah sbb;
- Persiapan dan setting rectifer sesuai dengan setting ampere Foltage yg tertera di WPS.
- Lakukan Percobaan pengapian pada material yg tidk dipakai.
- Bersihkan sambungan / join hasil fit Up dari corosi dan kotora kotoran lain nya.
- Siapkan wind Cover
- Lakukan Drying pada sambungan GTAW atau Pipa20" dan diameter harus mengikuti sequence weldingseperti berikut.
Welder pada tahapan ini harus di jamin tidak terjadi Incomplete Penetration,Incomplete Fusion, Slag dst.
pengelasan Rods minimal 2 layer.
Lakukan Filler Weld hingga ketebalan rata dengan ketebalan pipa.
- Untuk Pipa >3" dia meter dan ketebalan >3/8" Filler weld Harus menggunakan SMAW, lihat dan cocok kan pd WPS.
- Untuk Pipa < 3" diameternya,Filler weld harus menggunakan GTAW.
- Untuk filler weld dengan menggunakan SMAW , maaka pada setiap pas weld harus di bersih
kan dengan dengan brush atau Grinding.
- nWelder harus menjamin masing masing Weld sudah di bersihkan., sehingga tidak timbul
- slag Inclusion Difect pada saat joinan di lakukan NDT.
- Welder Harus menjamin Interpass Temperatur Weld masih di bawah seperti yg di ijin kan
dalam WPS dengan melakukan cheking dengan menggunakan temperatur Stick.
- Start Welding di lakukan di tempat agak jauh kurang lebih 25 mm dari tempat stop weld
hingga tidak terjadi prositi.
- Welder harus menjamin tidak adanya Prosity akibat angin dan electroda.
Tujuan nya.
Proses Welding pada carbon steel terutama Piping dapat dilakukandengan Benar dan menghasilkan suatu mutu dari sebuah pengelasan yg Baik.serta Mengacu kepada Standard dan Spesifikasi oleh Pihal Client.
Rujukannya.
- Total SpspesificationFor proses Piping SP-TCS-611 REV 6
- ASME B 3.1.3
- ANSI B313
TINDAKANNYA
- Seorng Welder Harus mempersiap kan ;
- Welding restifer c/w cable Welding dan Ground (cable massa /clam).
- Holder {Stang las welding untuk Jenis GTAW /dan tungstan.
- Welding rods (electroda) untuk carbon steel sesuai dengan proses Welding - untuk proses peng
ngelasan SMAW.dan Proses Pengelasan GTAW.
- Quifer untuk proses pengelasan SMAW.
- Grinding Machine 4" Diameter c/w Disc.- Cup Brush
- Hand Brush.
- Cipping Hummer.
- Welding Helmt ,seerta c/w classes.
- Regulator.
- Gas carbon Untuk carbon steel.(WG 99.96.persen.
- Welding Gove.
- DLL
Foreman Welder hendaknya slalu melakukan Pengecekan.,Melihat dan mempersiapkan ,WPS yg akan di gunakan dak memberikan arahan Kepada Welder yg Di tanjuk mengenai pelaksanaan Pengelasan Tersebut;
- Type Elecrtods / Welding rods yg di gunakan.
- Diameter Electrode / Welding rods y di gunakan.
- Type join yg digunakan.
- Proses Welding yg akan di gunakan.
- Pemakaian pre-head ayau tidak jika di perlukan di beritahu berapa OC yg di tentukan WPS.
- Foltase danAmpere Rectifer yg Harus di setting.
- Weafing maksimum harus 21/2 kali diameter electrode yg di gunakan.
Lakukan pengelasan Dengan langkah langkah sbb;
- Persiapan dan setting rectifer sesuai dengan setting ampere Foltage yg tertera di WPS.
- Lakukan Percobaan pengapian pada material yg tidk dipakai.
- Bersihkan sambungan / join hasil fit Up dari corosi dan kotora kotoran lain nya.
- Siapkan wind Cover
- Lakukan Drying pada sambungan GTAW atau Pipa20" dan diameter harus mengikuti sequence weldingseperti berikut.
Welder pada tahapan ini harus di jamin tidak terjadi Incomplete Penetration,Incomplete Fusion, Slag dst.
pengelasan Rods minimal 2 layer.
Lakukan Filler Weld hingga ketebalan rata dengan ketebalan pipa.
- Untuk Pipa >3" dia meter dan ketebalan >3/8" Filler weld Harus menggunakan SMAW, lihat dan cocok kan pd WPS.
- Untuk Pipa < 3" diameternya,Filler weld harus menggunakan GTAW.
- Untuk filler weld dengan menggunakan SMAW , maaka pada setiap pas weld harus di bersih
kan dengan dengan brush atau Grinding.
- nWelder harus menjamin masing masing Weld sudah di bersihkan., sehingga tidak timbul
- slag Inclusion Difect pada saat joinan di lakukan NDT.
- Welder Harus menjamin Interpass Temperatur Weld masih di bawah seperti yg di ijin kan
dalam WPS dengan melakukan cheking dengan menggunakan temperatur Stick.
- Start Welding di lakukan di tempat agak jauh kurang lebih 25 mm dari tempat stop weld
hingga tidak terjadi prositi.
- Welder harus menjamin tidak adanya Prosity akibat angin dan electroda.
Monday, 22 December 2014
TEHNIK TEHNIK PENGELASAN
Yang akan kita bahas kali ini adalah tentang PENGKUTUPAN ELEKTRODA.
1. PENGKUTUPAN LANGSUNG.
Pada pengkutupan Langsung ini Kabel Elektroda di pasang pada terminal Negativ (-) dan Kabel Massa di pasang pada Terminal Positif (+) . Hal ini yang sering kita sebut Sirkuit Las Listrik dengan Elelektroda Negativ (DC - ).
2. PENGKUTUPAN TERBALIK.
Untuk Pengkutupan Terbalik, kabel elektroda di pasang pada terminal positif dan kabel Massa di pasang pada terminal Negativ. Pengkutupan terbalik sering disebut Sirkuit Las Listrik Elektroda Positif (DC +).
3. PENGARUH PENGKUTUPAN PADA MESIN LAS.
Pemilihan jenis arus maupun pengkutupan pada pengelasan tergantung pada :
a. Jenis bahan dasar yang akan di Las.
b. Jenis elektroda yang di pergunakan.
Pengaruh pengkutupan pada hasil pengelasan adalah pada Penembusan Lasnya.pengkutupan Langsung akan menghasilkan penembusan yg dangkal.Pengkutupan terbalik akan menghasilkan penembusan yang dalam. Pada arus bolak balik (AC),penembusan yg di hasilkan bisa dangkal dan bisa juga dalam,atau pun keduanya.
PERALATAN LAS LISTRIK.
Peralatan las listrik ini terdiri dari;
1. Welding Machine
2. Alat alat bantu las
3. Perlengkapan alat alat keselamatan kerja Las.
4. Elektrada.
WELDING MACHINE (Mesin Las).
Jika di tinjau dari Arus yg keluar ,mesin las dapat di golongkan menjadi ;
a. Mesin las arus bolak balik (AC).
b. Mesin Las arus searah (DC).
c. Mesin Las arus bolak balik dan searah (AC-DC),yg merupakan gabungan dari mesin AC- DC.
a. Mesin Las Arus bolak balik (AC).
Mesin las jenis ini terdiri dari Transformator,yg di hubungkan dngn PLN atau pembangkit listrik,motor diesel,atau motor bensin.. kapasitas Travo biasanya 200-500 Ampere.sedang Voltase yg keluar dari Travo antara 36-70 Volt, ini semua bervariasi menurut pabrik dari travo tsb.
b. Mesil Las Arus Searah (DC).
Mesin ini dapat berupa Transformator rectifler,pembangkit listrik motor diesel atau motor bensin,
ataupunmesin pembangkit listrik yg di gerakkan oleh motor listrik (Generator).
c. Mesin Las AC-DC.
Mesin ini adalah gabungan dari Mesin Las Arus bolak balik dan Arus searah.degan mesin ini akan lebih banyak kemungkinan pemakaiannya karna Arus yg keluar seoarah maupun bolak balik.(AC-DC).
Mesin jenis ini misalnya Transformator rectifler ataupun Pembangkit Listrik Motor Diesel.
ALAT ALAT BANTU UNTUK PROSES PENGELASAN.
Untuk melakukan pengelasan kita memerluka suatu alat bantu di antaranya ;
A. KABEL LAS
B. STANG LAS (Pemegang Elektroda).
C. PALU LAS Chipping)
D. SIKAT KAWAT.
E. CLEM MASSA.
F. PENJEPIT.
KABEL LAS.
Kabel las biasanya biasanya terbuat dari tembaga yg di pilin dan di bungkut dengan karet isolasi untuk safety.yg di sebut Kabel Las ada tiga macam:
- Kabel Elektroda , yaitu kabel yg menghubungkan mesil las dengan Elektroda (Kawat Las).
- Kabel Massa , Yaitu yg menghubungkan mesin las dengan Benda Kerja..
- Kabel Tenaga , yaitu Kabel yg menghubungkan sumber tenaga atau jaringan listrik dengan mesin las.
STANG LAS (Pemegang Electroda)..
Suatu alat yg di gunakan untuk dan memegang Elektroda ,ini trdiri dari mulut Penjepit dan Pemegang yg di bungkus oleh Bahan penyekat yg biassa terbuat dari embonit.
PALU LAS (Chipping)
Palu ini bs di gunakan untuk melepas dan mengeluarkan terak las pada jalur las dngan cara memukul atau menggoreska pada daerah las,(Di gettok kan ) .dalam melakukan itu hendaknya seorng welder harus berhati hati karena bisa terkena mata percik kannya.dan setidaknya harus menggunakan safety glasses.
SIKAT KAWAT (Brush)
Kegunaan sikat kawat di antaranya;
- Membersihkan Benda kerja yang akan di las.
- Membersihkan terak las yg sudah di lepas dari jalur las oleh chipping.
KLAM MASSA
Ini adalah suatu alat yg menghubungkan Kabel Massa Ke benda Kerja.biasanya terbuat dari tembaga . clam massa biasanya di lengkapi dengan pegas yg kuat ,yg bisa menjepit benda kerja dengan baik dan kuat. akan tetapi benda benda yg di jebit hendak lah bersih dari segala kotoran.seperti karet ,cat, minyak dll.
PENJEPIT
Alat ini di gunakan untuk memegang atau menjepit untuk memindahkan benda kerja yg habis dilas dan masih terasa panas.
- ALAT PERLENGKAPAN UNTUK KESELAMATAN PEKERJAAN PENGELASAN.
Alat alat tersebut di antaranya;
- Helm las (Kap las).
- Sarung Tangan (Hand Glove).
- Baju las (Apron/ Jaket las ).
- Sepatu (safety shoes).
- Kamar Pengelasan (ruang pengelasan apa bila di ruang yg sembit bukan di alam terbuka).
Helm Las (Kap Las ).
Alat ini berguna untuk melindungi muka dari sinar las (Ultra violet dan Infra merah).hati hati dengan sinar las di karenakan sangat berbahaya dengan mata kita.di dlm cap tersebut ada kaca las yg gunanya untuk sinar las trsebut agar tidak langsung dan berefek kepada mata,jg melindungi dar ipercikan akibat dari pengelasan.
Sarung Tangan (Hand Glove).
Biasanya terbuat dari Kulit atau asbes Lunak. dan di gunakan unruk memegang electroda.dalam proses pengelasan sarung tangan ini harus selalu di pakai.
Baju las (Apron/Jaket las)
Biasa terbuat ari kulit atau asbes Lunak,yg berfungsi untuk melindungi badan kita dari percikan api pengelasan serta sinar secara langsung .
Sepatu ( safety shoes ).
Berguna untuk melindungi kaki dari bunga api yg di hasilkan dari pengelasan.dan gunakan lah sepatu yg bener bener safety dan rapat,
Kamar pengelasan.
Biasa di buat dari Bahan yg tahan Api. ini penting apa bila pada ruangnganyg terbatas atau sempit,karena untuk melindungi agar orang orang yg ada di sekitar tidak terganggu dengan aktifitas pengelasan.,buatlah Ventilasi untuk mengeluarkan Gas dari ruangan. gunakan lah meja las,dan jangan lupa letak kan di sekeliling alat pemadam ,untuk menjaga kemungkinan apabila terjadi kebakaran yg di akibatkan dari proses pengelasan.
- ELEKTRODA (Kawat Las ).
Kawat las yg di gunakan hendaklah disesuaikan dengan jenis bahan material. Electroda yg di gunakan pd pad alas busur mempunyai perbedaan komposisi selaput maupun kawat inti.diantaranya adalah elektroda berselaput.
Pada elektroda ini pengelaan fluksi pada kawat inti dpt dengan cara destruksi,semprot atau celup.ukuran kawat standar inti dari 1,5 -7 mm dengan panjang 350-450 mm.
Wednesday, 17 December 2014
WELDING ELECTRODE
Di dunia pengelasan tak asing lagi kita sering mendengar atau tulisan Welding electrode. Temen-temen di project biasa bilang Kawat Las.
Pada saat ini bnyak dilakukan penyambungan pada logam Plate dengan menggunakan Arus Listrik.dimana arus di gunakan untuk melumerkan bahan,agar dapat menyatukan kedua Plate yg akan di lakukan penyambungan.Pelumera itu biasa di lakukan dengan Bahan tambahan yaitu di namakan Busur Electroda (Kawat Las).Busur Electroda listrik ini Memberikan Panas yg tinggi untuk melumerkan bahan tambah serta melumerkan bahan yg akan di las.
Di dalam proses pengelasan haruslah memilih jenis Electroda yg sesuai dengan bahan yg akan di sambung,supaya menghasilkan pengelasan yg baik dan bagus serta berkualitas.di samping itu seorng Welder (juru las) harus bisa memilih jenis Electroda yg di perlukanserta menguasai beberapa pengetahuan lainya.di antaranya;
- Mengetahui dasar penyambugan metal dengan sistem Welding (pengelasan).
- Pengetahuan tentang bahan yg akan di las,baik sifat Fisik,Kimia, dan mekanis nya.
- Pengetahuan tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja tentang Pengelasan.
- Pengetahuan tentang Bahan tambah Atau Electroda batang Las (Welding Rod ).
Pada saat ini bnyak dilakukan penyambungan pada logam Plate dengan menggunakan Arus Listrik.dimana arus di gunakan untuk melumerkan bahan,agar dapat menyatukan kedua Plate yg akan di lakukan penyambungan.Pelumera itu biasa di lakukan dengan Bahan tambahan yaitu di namakan Busur Electroda (Kawat Las).Busur Electroda listrik ini Memberikan Panas yg tinggi untuk melumerkan bahan tambah serta melumerkan bahan yg akan di las.
Di dalam proses pengelasan haruslah memilih jenis Electroda yg sesuai dengan bahan yg akan di sambung,supaya menghasilkan pengelasan yg baik dan bagus serta berkualitas.di samping itu seorng Welder (juru las) harus bisa memilih jenis Electroda yg di perlukanserta menguasai beberapa pengetahuan lainya.di antaranya;
- Mengetahui dasar penyambugan metal dengan sistem Welding (pengelasan).
- Pengetahuan tentang bahan yg akan di las,baik sifat Fisik,Kimia, dan mekanis nya.
- Pengetahuan tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja tentang Pengelasan.
- Pengetahuan tentang Bahan tambah Atau Electroda batang Las (Welding Rod ).
FITTER DAN WELDER
Di dalam sebuah pekerjaan Fabrikasi yang khususnya untuk logam tidaklah asing lagi dengan istilah Fitter dan Welder.
FITTER adalah sebuah profesi yang dilakukan oleh seorang ahli di bidang penyetelan /,penyambungan (Fit-UP) sebuah benda -benda logam ,sebelum benda tersebut dilakukan pengelasan yang di lakukan oleh seorng Welder.
Seorang Fitter dalam melakukan tugasnya banyak alat-alat penunjang untuk membantu dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Alat-alat yang harus di gunakan hendaklah melihat jenis pekerjaan apa yg sedang di lakukan.akan tetapi ada alat-alat yg memang harus wajib di gunakan untuk factor penunjang dalam menyelesaikan tugas sebagai seorng Fitter. di antaranya;
-Alat potong benda Kerja.
Banyak juga media untuk di gunakan untuk sebagai alat pemotongan benda kerja (logam). akan tetapi jg harus melihat jenis logam yg di gunakan nya.
contoh alat-alat itu di antaranya, Grinding dist,cutting tors,saw machine.dll.,alat potong yg menggunakan cutting tors,biasanya menggunakan accetiline dan oxigent.Accetiline berfungsi untuk pembakaran benda logam tsbt dan oxigent berfungsi sebagai presure untuk melakukan pemotongan.
-Measuring tape (meteran).
Dalam pelakukan penyetelan hendaklah seorang Fitter hendaklah menggunakan Meteran.
karena Dimensional adalah termasuk Hal yg sangat penting untuk melakukan penyetelan.karna seorang Fitter haruslah selalu mengikuti design dari Drawing (gambar) yang di berikan oleh Engeneer yg merancang dari sebuah pekerjaan tersebut.
- Alat -alat bantu lain
Alat bantu lainya masih banyak lagi,di antaranya ; Hammer,Grinding Machine,Baji,Welding Machine untuk melaukan pengetec kan (pengikat ). alat -alat bantu lain nya masih banyak sekali tergantung kebutuhan nya. yang biasanya sudah di ketehui oleh seorng fitter.
Begitu jg bahan material yg menggunakan bahan dari jenis stainlees steel. ,serta jenis pipa masih banyak lagi alat bantu benda kerja yang harus di gunakannya.
WELDER adalah sebuah profesi yang di miliki oleh seseorng yang mempunyai kemampuan untuk melakukan pengelasan ( penyambungan) pada benda yang terbuat dari jenis logam.
Pengelasan itu di lakukan dengan menggunakan Kawat las (welding Electrode) yang berdasarkan jenis material yang di gunakannya.dan sesuai juga dengan prosedur serta standard yang sudah di tentukan.
Seorang welder juga tidak terlepas dengan alat alat bantu benda kerja nya.
diantaranya;
- Welding Machine.
- Cap Welding
- Welding Jacket
- Safety Glove
- Safety Shoes serta banyak lg alat-alat penunjang nya yg tentunya di gunakan untuk melakukan tugas
sebagai seorang welder, menurut jenis pekerjaan yg di lakukannya.
Seorang Welder hendak lah harus memahami langkah langkah yg harus di lakukan sebuah pengelasan benda kerja.diantara langkah langkah tersebut di antaranya adalah melakukan PEMBERSIHAN LAS (Welding Clening).
Ada tiga tahapan untuk melakukan pembersihan las :
1. Sebelum Pengelasan.
Pembersihan sebelum dilakukan pengelasan bertujuan untuk menghilangkanKotoran pada daerah sambungan yg akan di lakukaan pengelasan.Minimal satu inchi dari tempat yg akan di las, tepi dalam/luar/atau kanan dan kiri nya.
Pembersihan di lakukan untuk semua sambungan Las.Groove ataupun fillet.baik bgian bertekanan maupun tidak, tanpa terkecuali.
Kotoran-kotoran tersebut diantaranya, air,debu,cat karat dll.
Pembersihan dapat dilakukan dengan berbagai media alat bantu contohnya dengan menggunakan sikat kawat,Grinda,dll.yang tujuan dari pembersiahn tersebut adalah akan menghasilkan las-lasan yg baik.serta menghindari dari berbagai cacat dalam pengelasan.
Ada hall yg perlu di perhatikan sebelum melakukan sebuah pengelaan:
-Pemeriksaan kebersihan sambungan dari berbagai kotoran.
-Periksa penyetelan sambungan,,Kelurusan,sudut alur,root opening dan root face apakah sudah
dengan design.
- Periksa las ikatnya,(teck weld) apakah sudah kuat.
- Ikuti wps nya.( apakah ada syarat prehead awal sebelum di lakukan pengelasan,menurut temperatur
yg di minta.serta gunakan alat pendeteksi panas (Thermomelt) untk mengetahui apakah panasnya
sudah tercapai.
- Periksa ukuran las yg di minta sesuai petunjuk gambar.
- Siap kan termos Tempat untuk Welding electrode (kawat las).
- Gunakan oven untuk pemanas Kawat Las.
2. Pembersihan Selama Pengelasan.
Pembersihan jg di lakukan pada saat pengelasan.jika pengelasan itu di lakukan pada pengelasan multi layer. biasanya di lakukan pada plat yg tebal.sebelum melakukan pengelasan berikutnya biasanya kerak las di bersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan media alat yg biasanya sudah di punya oleh seorang yg berprofesi sebagai seorng welder.seperti wire brush,chipping,hammer,Grinda dll.
Yang perlu di perhatikan selama dalam proses sedang dalam pengelasan adalah;
- Gunakan Kawat sesuai dengan WPS.
- Gunakan Parameter las sesuai dengan range Ampere pd WPS.
- Nyalakan busur las pada alur,agar tidak meninggalkan arc strike.
- Jika melakukan pengelasan multilayer bersihkan slag dengan sikat baja(bahan carbon steel)
sikat stainlees steel pada ( stainlees steel,duplex,) sebelum melakukan pengelasan selanjutnya.
- Periksa interpass temperatur menurut WPS.
- Pastikan kawat pemanas dalam keadaan ON.
- Kumpulkan kawat bekas las.
3. Pembersihan setelah Pengelasan.
Pada ahir pengelasan tukang las wajib melakukan pembersihan dari hasil pengelasan.misal slag,Spatter dll.
sebelum di lakukan pengecekan oleh seorng Welding Inspector hendaknya seorng welder memeriksa secara visual hasil pengelasannya sendiri apakah sudah memenuhi kreteria.
Periksa hasil pengelasan setelah selesai.hal- hal yg harus di periksa di antaranya;
- Bersihkan slag terlebih dahulu dari Area las.
- cek apakah ada cacat dari hasil pengelasan di antaranya, porosity,undercut,dll.jikalau ada maka wajib
segera untuk memperbaikinya, karna itulah sikap yg baik bagi seorng welder yg profesional.
- Periksa ukuran las apakah sesuai dengan permintaan.(leg las,ketinggian las)
- Bersihkan spatter dengan brush atau gerinda.
- Cleaning Area dari kotoran-kotoran sisa pengelasa.
Subscribe to:
Posts (Atom)


